“Story Telling Competition” Ibis Hotel Semarang Bawa Pesan Damai 

Story
General Manager Hotel Ibis Semarang Simpang Lima Wiwied Nurseka, bersama para juri dan pemenang ‘Story Telling Competition’, Sabtu (15/12) di Hotel Ibis Simpang Lima Semarang | Foto: istimewa/joss.co.id/Lina Kasih

JoSS, SEMARANG – Ada pesan menarik dalam penyelenggaraan ‘Story Telling Competition’ yang dihelat Hotel Ibis Semarang. Tak hanya pesan suka cita Natal yang ditampilkan, namun lomba bercerita anak ini sendiri membawa pesan damai di tengah perbedaan.

Ya, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan perbedaan, baik dari sisi kebudayaan maupun keyakinan, kompetisi cerita anak ini menyatukan semua perbedaan. Salah satu peserta, beragama muslim dan mengenakan hijab justru mampu meraih juara ke dua dan best kostum.

General Manager Hotel Ibis Semarang Simpang Lima Wiwied Nurseka mengatakan ide ini muncul dari Tim Kreatif Hotel Ibis Semarang dalam rangka memeriahkan Natal 2018 yaitu

menggelar perlombaan “Story Telling Competition” yang dibuka untuk umum bagi anak sekolah tingkat dasar, Sabtu (15/12).

Jika tahun-tahun sebelumnya Managemen Ibis Hotel Semarang menggelar lomba menggambar tema Natal, maka tahun ini lomba bercerita kisah Natal.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama kali yang diadakan oleh manajemen hotel dan memiliki peminat yang cukup banyak. Agenda ini sekaligus menjadi pilot project untuk penyelenggaraan tahun depan, agar lebih matang dan lebih baik dibandingkan debelumnya,” katanya kepada JoSS.co.id, Sabtu (15/12).

Baca juga: PT KAI Purwokerto Siapkan 8 Kereta Tambahan 

Dalam penyelenggaraan ini, para peserta mengenakan kostum yang sesuai dengan tema Natal, ada yang menggunakan pakaian bernuansa merah dan hijau, ada pula yang menggunakan pakaian ala Santa Claus kecil yang sangat lucu.

Ada satu orang peserta yang mengenakan hijab lengkap dengan paduan warna merah-hijau serasi dengan pakaiannya. Hijabnya dimodifikasi bunga-bunga lucu hingga menyerupai pohon natal sesuai dengan ceritera yang dia bawakan tentang ‘Tiga Pohon Natal”.

Namanya Vidia Maharani Putri, gadis cantik ini tanpa canggung bercerita tentang ‘Tiga Pohon Natal’ yang didalamnya mengandung pesan agar yang merasa besar dan megah tidak menyombongkan diri sedangkan yang kecil jangan minder, karena Tuhan bisa pakai yang kecil ini untuk membawa sukacita dan kebaikan bagi semua.

Salah satu juri Egna mengatakan Vidia layak mendapatkan juara karena bisa menyampaikan pesan cerita dengan baik, kostumnya mendukung dan gesturnya saat bercerita mampu mempresentasikan isi ceritanya.

“Bahwa cerita natal bukan hanya untuk anak-anak beragama Kristen maupun Katolik, namun ini lebih pada aktifitas yang menjadi tradisi seperti saat saudara kita yang Muslim merayakan Lebaran. Kostumnya ini unik, karena dia mengkreasi hijab dengan nuansa natal, ini bagus untuk menanamkan jiwa toleransi beragama sejak dini,” katanya.

Masing-masing juara mendapatkan voucher menginap di Hotel Ibis, piala dan uang tunai. Juara I diraih oleh Teresa Editdarma memperoleh uang tunai senilai Rp1 juta, Juara II Vidia Maharani Putri mendapatkan uang tunai sebesar Rp750.000,- dan Kania Ayu meraih Juara III mendapatkan uang tunai sebesar Rp500.000. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*