
JoSS, SOLO – Dinas Perhubungan Kota Solo akan melakukan uji coba lalu lintas dan beban di flyover Manahan hari ini, Rabu (19/12) pagi. Larangan melintas diterapkan untuk kendaraan besar jenis bus dan truk, selain itu juga kendaraan tanpa motor seperti becak dan sepeda ontel.
Hal itu dilakukan untuk menguji ketahanan jalan layang tersebut. Flyover akan dibuka untuk lalu lintas umum. Di seluruh akses masuk jalur flyover dan beberapa lokasi terdekat akan ditempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas dan menyosialisasikan mengenai jalur-jalur flyover.
Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan telah melakukan persiapan uji coba flyover. Water barrier sebagai pembatas jalan telah dipasang di Jl. dr. Moewardi.
“Selasa (18/12) malam kami akan lakukan pengecekan penerangan jalan di flyover. Setelah dilakukan uji coba pada Rabu, selanjutnya pada Kamis (20/12) akan ada acara syukuran sehingga flyover akan ditutup sementara baru pada Jumat (21/12) dibuka kembali untuk uji coba,” ujar Ari, seperti dikutip dari Solopos.
Baca juga: Hendi: Jangan Takut Blacjlist Kontraktor Nakal
Ari menambahkan, kamera CCTV sedang dalam proses pengerjaan dan diharapkan sudah terpasang saat uji coba di pertemuan arus Jl. M.T. Haryono dan dari Jl. Adisucipto.
Dalam proses uji coba, Dishub Solo juga mengkaji batas kecepatan yang dibolehkan saat melewati flyover. Diperkirakan batas kecepatan sekitar 30 km/jam namun keputusan mengenai batas itu masih menunggu dari hasil uji coba.
Ia menegaskan sepeda, becak, dan seluruh kendaraan yang tidak bermotor dilarang melewati flyover. Selain itu, bus dengan ukuran besar dan truk juga tidak dibolehkan melewati flyover.
Sedangkan bus pariwisata saat ini tengah dalam proses pengkajian. Sepanjang flyover, pengendara dilarang berhenti maupun parkir karena lebar flyover hanya dua lajur sehingga sangat berisiko.
Arus lalu lintas dari arah utara Jl. M.T. Haryono atau dari arah SMPN 1 Solo hanya satu arah untuk menuju arah selatan. Akan terjadi pertemuan arus dari arah barat dari Jl. Adisucipto yang menuju selatan.
Sedangkan dari Jl. dr. Moewardi wajib berbelok menuju arah Jl. Adisucipto dan dilarang lurus menuju arah SMPN 1 Solo. Dari arah barat terdapat dua arus yang berlawanan, begitu pula dari arah selatan Jl. dr. Moewardi terdapat dua arus lalu lintas yang berlawanan.
Saat ini rambu pendahulu penunjuk jurusan telah dipasang. Selain memantau dari lokasi, Dishub juga memantau arus lalu lintas melalui CC Room selama 24 jam. (lna)

Leave a Reply