Sebelum Meninggal , NH Dini Sempat Minta Ini Ke Cucunya

JoSS, SEMARANG – NH Dini masih sempat sadar saat mendapat perawatan tim medis di RS St Elisabeth, Selasa (4/12). Novelis bernama asli Nurhayati Srihardini Siti ini bahkan sempat ngobrol dengan kerabatnya.

“Sempat mengobrol dengan beliau. Tak tanyain ngersake (pengin) apa eyang bibi? cuma bilang bumpet hidungnya, terasa sesak,” tutur Aisa R Jumar kepada JoSS.co.id, tadi malam.

Wanita yang biasa disapa Achie ini memang biasa menyapa NH Dini dengan panggilan eyang bibi. Achie merupakan salah satu kerabat dekat dari almarhum.

“Eyangku dari pihak mama adalah kakak dari almarhum,” ungkapnya.

Karena keluhan itu, NH Dini minta Achie mem-blonyo (mengolesi balsam) beberapa bagian tubuhnya.

“Saya blonyo di dada dan kaki,” ujar wanita yang bekerja di sebuah mall ternama di Semarang ini.

Baca juga: Ariswara Budayawan Candi Borobudur Meninggal Karena Sakit

Sesaat kemudian ia mendapat informasi jika tim medis hendak melakukan magnetic resonance imaging (MRI) guna mengetahui kondisi kesehatan NH Dini. Tahapan perawatan medis itu langsung diinformasikan ke almarhum.

“Abis itu kesadaran menurun, terus dibawa ke IGD, disana dipacu. Ternyata organ jantung sudah tidak berfungsi dan dinyatakan meninggal,” jelasnya.

Bagi Achie kepergian Nurhayati Srihardini Siti, nama asli NH Dini, terasa mendadak dan mengagetkan. Saat datang ke Elizabeth kondisinya masih baik-baik saja.

“Masih bagus kok bisa diajak komunikasi. Kesadaran mulai menurun pas menunggu mau di-MRI itu,” sambung dia.

Ditambahkan, kali pertama mendapat kabar eyang bibi mengalami kecelakaan lalu lintas dari saudaranya.

“Sopir taksi menelepon adik. Adik kebetulan belum bisa merapat karena terhalang banjir di Kaligawe. Adik kontak ke saya dan saya yang merapat,” imbuh Achie.

NH Dini meninggal dunia Selasa (4/12) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Sempat sadar dan dirawat di RS St Elizabeth namun kondisinya tiba-tiba menurun dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand ini sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas di tol Tembalang.

Novelis fiksi yang telah menghasilkan beragam karya ini meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di tanjakan tol Tembalang.

Taksi yang ditumpangi ditabrak truk yang mundur karena tak kuat menanjak.Sopir taksi sudah berupaya menghindari tabrakan namun kalah cepat dengan laju mundur truk. Korban tertimpa truk dan muatan bawang hingga mengalami luka di kepala.

NH Dini telah menghasilkan sejumlah karya fenomenal. Seperti Pada Sebuah Kapal La Barka, Namaku Hiroko, Orang-orang Tran, Pertemuan Dua Hati dan Hati yang Damai. (Joy/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*