
JoSS, SEMARANG – Menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) dan jajaran menggelar Operasi Lilin Candi 2018, mulai 21 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. Operasi kepolisian hampir dua pekan ini melibatkan 16 ribu personel gabungan.
“Ada 16.574 personel. Terdiri dari 8.253 dari Polda Jateng dan jajaran, kemudian 1.431 dari TNI, pemerintah daerah dan ormas 6.890 orang,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2018 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jumat (21/12).
Pelibatan ormas, termasuk ormas kepemudaan dan komunitas pemuda lintas agama di Operasi Lilin Candi bukan tanpa tujuan. Kepolisian ingin mendorong kesadaran bersama dari masyarakat untuk selalu peduli dan menjaga situasi kamtibmas di lingkungannya.
“Ada pemuda lintas agama juga, itu bagian wujud toleransi,” kata Condro.
Untuk masa perayaan Natal, Operasi Lilin Candi akan difokuskan pada kegiatan pengamanan tempat ibadah dan obyek vital. Sementara di masa pergantian tahun, tempat wisata, terminal dan sarana transportasi akan diawasi ketat. Kebetulan masa perayaan Natal dan Tahun Baru bersamaan dengan masa libur sekolah. Sehingga bisa dipastikan banyak masyarakat yang berkumpul di tempat wisata.
“Agar obyek wisata tidak terjadi kecelakaan atau kejahatan kami juga terjunkan personel,” tegasnya.
Baca juga: Legoland Malaysia Sajikan Akuarium Sea Life
Terkait pengamanan arus mudik dan balik selama Natal dan Tahun Baru, Condro menyatakan juga mendapat perhatian. “Tol di wilayah Jawa Tengah dari Brebes hingga Sragen akan kami kendalikan dari Polda,” imbuhnya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap semua pihak, khususnya kepolisian agar tidak lengah atas potensi kemacetan lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru. “Dengan beroperasinya jalan tol, maka akan menambah kelancaran sekitar 30-40 persen. Namun kita tidak boleh lengah, sebab masyarakat biasanya kalau ada yang baru ingin mencoba, jadi tetap harus waspada,” pintanya.
Diperkirakan akan banyak pemudik yang menggunakan jalur tol Trans Jawa yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (20/12). Kondisi itu sudah terlihat pada Jumat (21/12), masyarakat sudah berbondong-bondong menggunakan jalur tol baru.
“Bahkan ada pemudik dari Jakarta yang rela menginap di Pemalang hanya karena penasaran untuk mencoba jalur tol baru yang baru difungsikan pagi ini. Hal-hal semacam ini tidak bisa dilarang, jadi petugas harus tetap waspada,” tambahnya.
Maraknya kriminalitas jalanan, premanisme, pencurian, terorisme, aksi sweeping di libur Natal dan Tahun Baru juga harus mendapat perhatian serius. Juga kerawanan di sektor pangan dan bencana juga menjadi fokus pada operasi ini. Karenanya Pemprov Jateng dan pemerintah daerah telah menyiapkan tim khusus dan membuka posko di titik-titik kerawanan itu.
“Semua harus disiapkan dan kami ingin selama libur panjang, mereka yang merayakan Natal dan Tahun Baru di Jateng dapat senang, aman dan nyaman,” pungkas Ganjar. (Joy)

Leave a Reply