Jumlah Korban Bertambah Jadi 373 Orang, Jumlah Pengungsi Menurun

korban
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tsunami Selat Sunda dengan dibantu alat berat. | Foto: Ist/BNPB/joy

JoSS, JAKARTA – Korban tsunami Selat Sunda kembali bertambah. Informasi terbaru yang di-update Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban meninggal dunia mencapai 373 orang.

Update korban tsunami Selat Sunda ini terhitung sejak awal tsunami terjadi, Sabtu (22/12) pukul 21.27 WIB hingga Senin (24/12) pukul 17.00 WIB. Selain korban meninggal, BNPB juga menyampaikan catatan ada 1.459 orang luka-luka dan 128 korban masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sampai sore kemarin masih ada 5.665 orang yang bertahan di pengungsian. Jumlah pengungsi ini menurun lantaran banyak warga yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing setelah sebelumnya mengungsi karena takut ada tsunami susulan.

“Jumlah pengungsi yang semula 11.453 orang, saat ini berkurang menjadi 5.361 orang. Berkurangnya pengungsi karena mereka kembali ke rumahnya. Kemarin mengungsi karena adanya isu tsunami susulan,” kata dia seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (24/12).

Sementara, kerugian fisik yang terdata akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.

Sutopo menambahkan tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban bencana tsunami di sepanjang daerah terdampak landaan tsunami di Selat Sunda.

Sayangnya pencarian ini terkendala karena akses jalan rusak dan tertutup oleh material hanyutan tsunami meski sebagian diantaranya sudah bisa dijangkau dengan pengerahan alat berat.

Baca juga: Perekaman E-KTP Serentak Pada 27 Desember

Seperti wilayah Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang yang sebelumnya hanya bisa diakses terbatas karena rusaknya jalan dan jembatan, akhirnya bisa dijangkau oleh petugas. Di wilayah tersebut ditemukan 36 Korban jiwa dan 476 orang luka-luka.

Di Kabupaten Serang, daerah yang terdampak adalah Kecamatan Anyer dan Cinangka. Tercatat 29 orang meninggal dunia, 62 orang luka-luka, 68 orang hilang dan 40 unit rumah rusak.

Di Provinsi Lampung, daerah terdampak tsunami ada di Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus. Di Kabupaten Lampung Selatan, tercatat 75 orang meninggal dunia, 253 orang luka-luka, 22 orang hilang di Kecamatan Rajabasa, 73 orang mengungsi dan 30 unit rumah rusak.

“Bupati Lampung Selatan telah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari yaitu 23 – 29 Desember 2018,” terang Sutopo.

Di Kabupaten Pesawaran terdapat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 231 orang mengungsi dan 134 unit rumah rusak. Daerah terdampak di Pulau Legundi, Desa Legundi, Kecamatan Punduh Pedada. Serta di Kabupaten Tanggamus tercatat 1 orang meninggal dunia, 4 rumah rusak berat, dan 70 perahu rusak berat.

“Evakuasi akan dilanjutkan besok pagi (hari ini),” pungkasnya. (Joy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*