
JoSS, JOGJA – Jenang pincuk di stasiun Lempuyangan, termasuk camilan yang sangat legendaris di Jogja.
Oleh karena itu bila Anda kebetulan baru turun di Stasiun Lempuyangan, Jogja jangan lupa mampir ke Pasar Lempuyangan untuk mencicipi jenang pincuk ini yang telah menjadi langganan keluarga keratin ini.
Jenang merupakan olahan bubur kental. Makanan tradisional khas Jawa ini bisa dibuat dari tepung beras dan tepung kanji. Umumnya, penganan ini disajikan dengan kuah yang berbahan dasar santan segar ataupun kuah dari gula jawa.
Adalah Sugesti, perempuan berusia 53 tahun yang sehari-harinya menjajakan jenang di Pasar Lempuyangan. Selama ini ia meneruskan usaha keluarganya yang sudah berjualan jenang di Pasar Lempuyangan sejak tahun 1950-an.
“Pertama oleh Budhe saya. Karena Budhe pindah jualan ke Magelang, terus dilanjutkan ibu saya. Lalu sekarang saya,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Gesti seperti dikutip dari Harian Jogja, belum lama ini.
Baca juga: Kepemilikan Saham Tol Bawen-Jogja Oleh Bumdes Dikaji
Saban hari, ia memulai aktivitasnya memasak jenang mulai pukul 03.00 WIB. Untuk pelanggan, ia menyiapkan beberapa jenis jenang, antara lain jenang sumsum, jenang candil, serta jenang mutiara.
Untuk jenang sumsum, ia menjual dua jenis, yaitu jenang sumsum gurih yang berwarna putih berbahan tepung beras dan santan, serta jenang sumsum manis yang berwarna cokelat hasil campuran gula jawa.
Selain itu, ada pula jenang candil yang juga berwarna cokelat. Bedanya, jenang candil memiliki tekstur lebih kenyal karena terbuat dari ketan.
Ada juga jenang mutiara dari tepung kanji, yang selaras dengan namanya berbentuk butiran-butiran bercorak merah muda. Masing-masing jenang tersebut ia sediakan dalam panci besar yang berbeda-beda.
Untuk penyajiannya, Bu Gesti menggunakan daun pisang yang dilapisi kertas minyak berwarna cokelat yang dilipat ala pincuk sebagai pembungkusnya.
Bu Gesti mulai membuka lapaknya mulai pukul 08.00 WIB hingga dagangannya habis. Baru-baru ini, anaknya yang biasa membantunya berjualan mulai menjual jenang yang sama di Pasar Kotagede.
Bukan hanya kalangan pedagang pasar dan masyarakat biasa, jenang di Pasar Lempuyangan ini bahkan menjadi favorit beberapa tokoh besar di Jogja. Bu Gesti menyebutkan jenangnya menjadi kesukaan keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Saat pernikahan salah satu putri Sultan HB X yang lalu bahkan sempat memesan jenang darinya. “Dulu GKR Hemas juga sering beli setiap Jumat,” katanya.
Ia menambahkan pernah mendapat pesanan terbanyak ketika putri Maestro Seni Lukis Indonesia, Affandi yaitu Kartika Affandi berulang tahun yang ke-80. “Itu pesan banyak sekali sampai sembilan kuali besar.” (wiek/lna)

Leave a Reply