
JoSS, JAKARTA – Rasa pahit pada kopi seakan tak membuat orang-orang menjauhi minuman primadona ini. Demi menetralisasi rasa pahit pada kopi, banyak orang yang memilih untuk menambahkan gula.
Sayangnya, terlalu banyak gula bisa berbahaya bagi kesehatan. Apalagi, bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, atau memiliki riwayat diabetes.
Lalu, bagaimana cara kita untuk minum kopi dengan nikmat? Laman Reader’Diggest seperti dimuat Kompas.com menyebut, menambahkan sedikit garam bisa menambah cita rasa kopi. Garam bisa mengubah rasa pahit yang tajam pada kopi menjadi lebih lembut.
Riset juga membuktikan menambah sedikit garam pada kopi bisa menetralisasi atau menghilangkan rasa pahit pada kopi.
Kita hanya perlu menambahkan sekitar seperdelapan sendok teh garam pada biji kopi sebelum mengolahnya menjadi minuman.
Namun, ini bukan satu-satunya cara untuk menetralkan rasa pahit pada kopi. Kita juga bisa menambahkan bubuk kakao, kayu manis, lavender, vanila atau ekstrak kelapa pada kopi yang akan kita nikmati.
Jadi, kita tak perlu membeli kopi ke kafe yang ekslusif hanya untuk mencicipi kopi terbaik.
Baca juga: Caterpillar Grup Biayai Pembangunan Pabrik KA di Banyuwangi Senilai Rp450 Miliar
Olahan kopi di banyak gerai kopi saat ini cenderung manis dan tak sedikit anak-anak yang juga menyukainya. “Saya belum menemukan alasan anak-anak harus mengonsumsi kopi,” ungkap Terry Cralle, perawat dan anggota organisasi Better Sleep Council seperti dikutip dari Fatherly.
Ia menambahkan, para ahli belum mengetahui dengan pasti bagaimana kafein memengaruhi perkembangan otak pada anak-anak atau remaja. Sampai saat ini belum jelas soal data berapa banyak anak-anak yang mengonsumsi kopi.
Namun, menurut laporan dari American Academy of Pediatrics (AAP), lebih dari 70 persen anak-anak mengosumsi kafein setiap hari. Jumlah tersebut kian meningkat seiring mereka bertambah seiring mereka dewasa.
Dalam studi terhadap 4.000 anak sekolah, misalnya, terungkap anak-anak yang mengonsumsi kopi atau minuman ringan dua kali berisiko mengalami gangguan tidur. Kendati FDA tidak memiliki rekomendasi resmi soal asupan kafein untuk anak-anak, negara Kanada lebih dulu membatasi maksimal 45 mg per hari.
AAP bahkan lebih ketat, sehingga membuat orangtua tidak boleh memberikan minuman berkafein kepada anak sama sekali. Di sisi lain ada sebagian ahli yang tidak terlalu khawatir tentang kopi, dibandingkan minuman berkafein lainnya.
Tidak seperti soda, misalnya, kopi cenderung sangat pahit. “Saya tidak menentang anak-anak minum kopi,” Kristin Koskinen, seorang ahli gizi dan ibu lima anak. “Terus terang, rasa pahit biasanya menjauhkan anak-anak dari itu atau membatasi asupan mereka untuk satu atau dua kali tegukan.” (wiek/lna)

Leave a Reply