JoSS, MATARAM – Liburan di Lombok, cobalah mampir sejenak di Pantai Mapak Indah. Pantai di Mataram ini memiliki tempat penangkaran penyu. Seperti ditulis Detik.co.id, lokasi pantai ini tak jauh dari destinasi Makam Loang Baloq di Jalan Soedjojono, Lingkar Selatan, Mataram.
Dari penuturan H Awan (40), Ketua Kelompok Pelestari Penyu Mapak, pernah ada satu dua orang wisatawan asal Jerman dan Belanda datang ke pantai ini, tapi itu pun hanya kebetulan.
Wisman itu datang untuk menikmati keindahan sunset di pantai Mapak Indah, pun demikian dengan wisatawan domestik yang saban sore ramai berkunjung ke sana. Tapi tak banyak orang yang memperhatikan keberadaan penangkaran anak penyu (tukik) itu.
“Pantai ini kan lumayan bagus untuk sunsetnya. Kebetulan ada turis bule itu datang lihat-lihat dan saya tawarkan untuk selfie dengan tukik ini,” tutur H Awan saat detikTravel berkunjung ke sana, Sabtu (20/10) kemarin.
Kolam penangkaran penyu yang dibuat H Awan berukuran 3×5 meter. Dia baru setahun yang lalu mulai membudidayakan penyu di lokasi warung makan tempatnya berjualan menu kuliner khas tradisional Lombok.
Dia mengungkapkan awal mula dirinya membuat penangkaran penyu karena merasa kasihan terhadap jenis hewan biota laut yang dilindungi itu. Awalnya banyak warga di sekitar lingkungan sana yang menyia-nyiakan keberlangsungan hidup anak tukik tersebut.
Baca juga: Indonesia Beri Bantuan US$7 Juta Bagi Palestina
Saat musim bertelur, biasanya di bulan Juni, Juli sampai Agustus, setiap pagi warga di sekitar sana banyak yang menemukan telur-telur penyu di pinggir pantai Mapak.
“Mereka tidak tahu cara memanfaatkan hewan langka ini. Telurnya banyak dijadikan mainan. Mungkin karena mereka tidak tahu. Ada juga yang bawa telur tukik ini untuk dijual ke pasar,” ungkap H Awan.
Merasa kasihan dengan keberlangsungan hewan itu, sejak tahun 2016 lalu dia mulai peduli dengan cara menjadikan lokasinya berjualan sebagai tempat penangkaran penyu. Dia membuat kolam kecil untuk menampung telur tukik yang sudah menetas.
Selama satu setengah bulan lamanya ia harus bersabar merawat biji-biji telur penyu itu agar bisa menetas dengan selamat. Satu induk penyu biasanya mampu menghasilkan minimal 50 butir telur. Telurnya dipisahkan per satu induk dan diberi tanda ruang lingkaran kawat berukuran setengah meter.
Apabila waktunya telah tiba, ketika anak tukik berusia 3 bulan, H Awan akan mengundang warga sekitar untuk menyaksikan pelepasan anak tukik ke habitatnya yang semula.
Apabila sudah dewasa, penyu-penyu betina tersebut akan kembali pulang ke pantai Mapak Indah untuk menitipkan puluhan butir telurnya. (wiek/lna)

Leave a Reply