
Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Tekankan Peran Penting Petani Milenial untuk Capai Swasembada Pangan
JOSS.CO.ID – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan bahwa generasi muda khususnya petani milenial dalam mewujudkan target swasembada pangan di provinsi ini. Dalam wawancara beberapa waktu lalu, Saleh menyebut petani milenial sebagai kunci transformasi sektor pertanian Jawa Tengah ke arah yang lebih modern dan inovatif.
“Petani milenial harus jadi garda terdepan. Mereka membawa inovasi dan semangat baru untuk bertransformasi,” ujar Saleh dengan optimis.
Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional dengan luas lahan pertanian sekitar 1,2 juta hektare, yang menyumbang 15% dari produksi beras nasional. Namun, sektor pertanian menghadapi tantangan serius, salah satunya adalah alih fungsi lahan pertanian.
“Setiap tahun, antara 30 sampai 50 hektare lahan pertanian beralih fungsi menjadi permukiman atau kawasan industri,” ungkap Saleh. Ia memperingatkan, jika kondisi ini terus berlanjut tanpa antisipasi, target swasembada pangan bisa terhambat.
Selain itu, masalah regenerasi petani juga menjadi perhatian. Data menunjukkan 65% petani di Jawa Tengah berusia di atas 50 tahun, sedangkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih tergolong rendah.

“Kita butuh regenerasi petani. Petani milenial harus didorong untuk memanfaatkan teknologi dan mengubah pola pikir bahwa bertani adalah bisnis yang menjanjikan,” tambah Saleh.
Saleh mengajak petani untuk menggunakan teknologi modern, seperti drone untuk pemupukan dan penyemprotan hama, yang sudah terbukti meningkatkan efisiensi dan hasil panen.
“Dulu, untuk mengolah satu hektare lahan diperlukan satu hari penuh. Sekarang dengan drone, cuma dua jam dan hasil panennya naik sampai 20%,” jelasnya setelah berdiskusi dengan petani yang telah menggunakan teknologi tersebut.
Teknologi ini juga mampu memangkas biaya produksi hingga 40%, membuat usaha tani lebih efisien dan menguntungkan.
Selain teknologi pertanian, Saleh juga mendorong petani memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram sebagai platform pemasaran produk pertanian. Menurutnya, produk yang dijual melalui media sosial bisa mendapat harga jual yang jauh lebih tinggi dibanding pasar tradisional.
“Harga jual di media sosial bisa naik dua sampai tiga kali lipat dibandingkan jual di pasar lokal,” papar Saleh.
Menurut Sensus Pertanian 2023, Jawa Tengah memiliki sekitar 625.807 petani milenial dari total 4.211.996 petani, atau sekitar 14,86%. Meskipun jumlah ini cukup besar, Saleh menilai angka tersebut masih harus ditingkatkan agar target swasembada pangan dapat tercapai.
Regenerasi petani dinilai menjadi kunci keberhasilan transformasi pertanian Jawa Tengah. Dengan menggabungkan inovasi generasi muda, teknologi modern, dan pemasaran digital, sektor pertanian diharapkan berkembang menjadi bisnis yang menarik dan menguntungkan bagi milenial.
Baca Juga: Mohammad Saleh Berharap Program Swasembada Pangan Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Leave a Reply