“Angin Malam” Chrisye Jadi Lagu Tersulit D’MASIV

Chrisye
D'Masiv | Foto: google

JoSS, JAKARTA – D’MASIV dan beberapa artis seperti Sophia Latjuba, Once Mekel, dan Paul Latumahina melantunkan tembang-tembang hit Chrisye dalam konser Signature Chrisye yang digelar di LEON, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (22/11) malam.

Bagi D’MASIV, terlibat dalam pertunjukan ini adalah kesempatan yang spesial. “Yang pasti hari ini spesial karena, D’MASIV hari ini tidak membawakan lagu-lagu D’MASIV, tapi kita membawakan lagu-lagu Chrisye, dan ada Paul, ada Sophia juga, dan ada Once juga,” kata vokalis D’MASIV, Rian Ekky Pradpita, usai jumpa pers peluncuran vinyl “Kidung Abadi”, di LEON, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (22/11) seperti dirilis Kompas.com.

“Itu yang ngiringin semua D’MASIV, kami cukup kerja keras karena musiknya Chrisye itu musik yang cukup rapi,” sambungnya.

Rian bercerita, dia dan kawan-kawan menyediakan waktu selama 50 jam dalam satu bulan yang dibagi ke dalam lima kali latihan untuk mengulik lagu-lagu Chrisye. “Di sela-sela kita manggung yang banyak, kita harus ada hari yang kosong kita latihan 10 jam, dan itu lima kali ya, dalam satu bulan ini,” ucap Rian.

“Jadi cukup menguras tenaga, pikiran dan cuma seneng karena kita membawakan lagu-lagu yang kita sangat kagumi, lagu-lagu yang biasa kita denger dari kecil, lagu dari pahlawan musiknya D’MASIV,” lanjutnya. Rian juga menyebutkan dua judul lagu tersulit dari 12 lagu yang mereka aransemen untuk disuguhkan.

Baca juga: Curangi Pengadaan Lahan Jalan Tol Belasan Perangkat Desa Terancam Dibui

“Salah satunya ‘Angin Malam’, sampai masuk angin, dan ‘Dara Manisku’. Biar lebih seru kami ngajak ada dua penyanyi latar, backing vocal, biar lebih berasa big band-nya, jadi kita mainya malam ini ala ala big band lah,” ucap Rian

Sementara itu Artis Sophia Latjuba mengaku selalu merasa rindu dengan sosok penyanyi legendaris Chrisye. Sophia diketahui pernah terlibat dalam penggarapan album Crisye bertajuk “Dekade” pada Tahun 2002 lalu.

Hal itu dikatakan Sophia saat ditemui usai jumpa pers peluncuran vinyl Kidung Abadi, di LEON, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (22/11).

“Iya selalu kangen sama Mas Chrisye, apalagi rumah saya deket sama makamnya, jadi tiap hari lewat makamnya pasti say hi,” kata Sophia.

Sophia juga menyebutkan, Chrisye merupakan sosok yang rendah hati dan sangat profesional.

“Waktu kita kerja sama buat album Dekade pada 2002, Mas Chrisye orangnya sangat profesional, pendiam tapi ada cerewetnya juga. Very humble, amazing human being. Itu aja,” imbuhnya.

“Semua berkesan apalagi kalau udah di atas panggung sama beliau, orangnya sangat santai, tidak ada superstar syndrome sama sekali, orang yang se-legend itu dan di belakang panggung juga sangat santai,” lanjutnya. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*