
JoSS, BATANG – PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, terus berupaya mempercepat penyediaan fasilitas pendukung kawasan industri, seperti pasokan air bersih, listrik, dan gas. Mereka berencana agar fasilitas ini dapat beroperasi pada akhir Desember 2023.
Corporate Communications Manager PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Tanya Liwail Chamdy, mengungkapkan bahwa beberapa fasilitas seperti tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), instalasi pengolahan air bersih, dan instalasi pengolahan air limbah sudah selesai dibangun.
Namun, untuk fasilitas lain seperti pasokan air bersih, listrik, dan gas, mereka terus berusaha meningkatkan percepatannya. “Kami sedang berupaya agar pada akhir tahun 2023, fasilitas ini sudah dapat dimanfaatkan untuk persiapan kebutuhan perusahaan di kawasan industri terpadu,” kata Tanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (22/10/2023).
Tanya Liwail Chamdy juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 13 penyewa, baik dari penanaman modal asing maupun dalam negeri, yang berinvestasi di kawasan proyek strategis nasional ini. Total investasi yang telah masuk mencapai Rp6,8 triliun.
Baca Juga: Pembangunan Simpang Susun Rampung, KIT Batang Terhubung dengan Tol Trans Jawa
Para penyewa tersebut meliputi perusahaan seperti PT KCC Glass dari Korea Selatan, PT Yih Quan Footwear dari Taiwan, PT Rumah Keramik Indonesia, PT Wavin Manufacturing dari Belanda, PT Jayamas Medika Industri, PT Unipack Plasindo, PT Samator Indo Gas, PT Interskala Medika Indonesia, PT Interskala Medika Solusindo, PT Window Shutters Indonesia, PT Tawada Healthcare, PT Acindo Medika Sejahtera, dan PT Cosmos Indo Ink.
Dari 13 penyewa ini, enam diantaranya telah memulai konstruksi pabrik mereka di kawasan industri terpadu. KCC Glass, Rumah Keramik Indonesia, Yih Quan Footwear, Interskala Medika Indonesia, Unipack Plasindo, dan PT Jayamas Medika merupakan beberapa di antaranya.
Tanya menyebut bahwa dalam tahap pertama, Kawasan Industri Terpadu Batang telah menyiapkan lahan seluas 450 hektare untuk pembangunan fasilitas industri. Perusahaan sepatu, Yih Quan Footwear, dijadwalkan menjadi perusahaan pertama yang akan memulai produksinya pada akhir Maret 2024.
“Perusahaan sepatu ini di tahap pertama akan merekrut sekitar 3.000 tenaga kerja. Kami sangat berharap kawasan industri terpadu ini dapat beroperasi mulai tahun 2024,” tambahnya.
Kawasan Industri Terpadu Batang menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Dengan upaya percepatan penyediaan fasilitas pendukung, proyek ini semakin mendekat untuk menjadi pusat industri yang berkembang pesat di Indonesia. (lna)

Leave a Reply