Dipantau lewat Si Wasit, Pembangunan Jembatan Ganefo Sragen Terealisasi 58%

Jembatan Ganefo Sragen
Pembangunan Jembatan Ganefo di Kecamatan Tangen, Sragen, ditarget rampung akhir tahun ini. (istimewa)

JoSS, SRAGEN – Pembangunan Jembatan Ganefo di Kecamatan Tangen, Sragen, terus berlangsung dengan progres yang menggembirakan. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023 dan saat ini sudah mencapai 58,280 persen dari pekerjaan yang direncanakan.

Proyek pembangunan jembatan ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Konsultan Supervisi dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya (DPU BMCK) Jateng, Edy Wahyu Widadi, jika semua berjalan sesuai tenggat waktu, Jembatan Ganefo diharapkan dapat berfungsi pada bulan Desember 2023. Jembatan ini memiliki bentang sepanjang 113 meter dengan dua pilar dan dua abutmen, serta lebar 7,5 meter.

Edy Wahyu Widadi menjelaskan bahwa masih ada beberapa pekerjaan yang perlu diselesaikan, termasuk penyelesaian bentang akhir dan pemasangan railing (pembatan jembatan).

Baca Juga: Lebih Mudah, Kini Asrama Haji Donohudan Bisa Dipesan Melalui Aplikasi E-Sewa

Dia menambahkan jembatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian warga, menghubungkan jalur antara Sragen, Galeh, hingga Purwodadi, serta sebaliknya. Jembatan lama tetap akan difungsikan untuk mereka yang ingin menuju ke arah Gesi.

“Jembatan ini nantinya bisa dilewati oleh kendaraan berpapasan. Fungsinya menghubungkan jalur Sragen, Galeh, hingga Purwodadi, dan sebaliknya. Kalau jembatan lama kan jika simpangan harus hati-hati. Tetap nanti jembatan lama masih difungsikan untuk mereka yang mau ke arah Gesi,” sebutnya.

Prawindari, Kepala Seksi Pengawasan Teknis DPU BMCK Jateng, menambahkan bahwa masyarakat telah lama menanti pembangunan Jembatan Ganefo ini.

Dia menuturkan jembatan yang dibangun oleh Pemprov Jateng ini akan bersebelahan dengan jembatan bersejarah yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Pertama RI Sukarno, saat penyelenggaraan The Games of The New Emerging Forces (Ganefo).

“Progres pembangunan Jembatan Ganefo telah mencapai 58,280 persen hingga tanggal 24 September 2023, melebihi rencana sebesar 40,03 persen. Hal ini menunjukkan deviasi positif sebesar 18,243 persen,” ujranya.

Pantauan terhadap progres pembangunan Jembatan Ganefo juga dilakukan secara digital melalui Sistem Informasi Pengawasan Internal Terintegrasi (Si Wasit). Dengan menggunakan Si Wasit, pemantauan proyek menjadi lebih praktis dan dapat dilakukan dari mana saja.

“Saya bisa pantau progres pembangunan Jembatan Ganefo sampai 24 September 2023 realisasi 58,280 persen, dari rencana jembatan 40,03 persen. Artinya mengalami deviasi positif 18,243 persen,” ujarnya, saat ditemui di lokasi pembangunan, Rabu (27/9/2023).

Dia menjelaskan Si Wasit mengintegrasikan spesifikasi, dokumen pengendalian pelaksanaan pekerjaan yang terstruktur, absensi online, aplikasi cinta lapangan (ACL), konsultan pengawas, dan website PPID DPU BMCK Jateng.

“Sistem pengawasan internal berbasis digital ini, memuat spesifikasi, dokumen pengendalian pelaksanaan pekerjaan yang terstruktur dan terintegrasi, absensi online, aplikasi cinta lapangan (ACL), konsultan pengawas, dan website PPID DPU BMCK Jateng,” ujarnya.

Selain itu, sistem digital ini juga mencakup dokumen pelaksanaan kegiatan balai pengelolaan jalan dan bidang kebinamargaan dan keciptakaryaaan, yang mengurusi pekerjaan jalan, jembatan, SPAM, dan bangunan gedung.

Dengan adanya Si Wasit, pengawasan proyek di lapangan menjadi lebih efisien, karena administrasi telah terstruktur sesuai dengan item pekerjaan dalam kontrak.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan pengendalian pekerjaan, sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu, dengan kualitas yang baik, dan administrasi yang benar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*