Jalan Kelok 18 Gunungkidul-Bantul Bakal Dilengkapi Sejumlah Titik Pemberhentian

Ilustrasi jalan berkelok (Foto: pixabay)

JALAN Kelok 18 yang menjadi bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menjadi penghubung Kabupaten Gunungkidul – Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta ditargetkan akan menjadi objek wisata alam baru, menyusul rencana pengembangan sejumlah titik pemberhentian di jalur tersebut.

Sejumlah titik pemberhentian itu akan menjadi tempat bagi pengemudi untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah di Kawasan tersebut. Wisata alam Kelok 18 sepanjang 5 kilometer (km) akan menyajikan pemandangan Laut Selatan.

Kelok 18 akan menyuguhkan keindahan pemandangan pantai dan Samudra Hindia. Jalan berkelok-kelok ini akan menggunakan dua jalur dengan masing-masing jalur selebar tujuh meter. Panjang kelok antara 5,3 km sampai dengan 5,8 km. Proyek ini dikerjakan Pemda DIY dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral DIY Anna Rina Herbranti mengatakan proyek tersebut menghabiskan anggaran pembangunan sekitar Rp250 miliar.

Dia menambahkan pengadaan lahan Kelok 18 masih kurang sekitar dua kilometer, yakni untuk lahan tambahan di kiri dan kanan jalan. Kelok 18 berada di perbukitan sehingga butuh lahan yang lebih jembar agar tidak terlalu menikung.

Anna memastikan pengadaan lahan untuk Kelok 18 di JJLS penghubung Gunungkidul dan Bantul beres Juni tahun ini. Karena lokasi di perbukitan maka ruas kiri dan kanan diberi akses lebih lebar untuk mengantisipasi agar kondisinya tidak terlalu menikung. Anna memastikan untuk pengadaan lahan ini diperkirakan selesai pada Juni 2022.

Baca juga: Sajikan Keindahan Alam Pantai Selatan, DIY Bakal Punya Jalan Kelok 18

“Kelok 18 ini sepanjang 5,3 kilometer dari Kretek, Bantul, sampai Girijati, Gunungkidul. Pembangunan fisik paling lambat 2023, tahun ini pembebasan lahan selesai,” katanya, dilansir dari harianjogja.com.

Anna mengatakan selain mempertimbangan keindahan, pembangunan Kelok 18 juga memperhatikan keamanan pengguna jalan. Kelok 18 di JJLS Gunungkidul Bantul akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan sektor pariwisata di selatan DIY.

“Di Padang, Kelok 9 menjadi daya tarik wisatawan. Ya mudah-mudahan Kelok 18 ini nantinya juga seperti itu. Tetapi tentunya yang menjadi perhatian utama adalah keselamatan dan keamanan pengguna jalan,” ucap Anna.

Pemda DIY telah mengusulkan sejumlah tempat pemberhentian agar masyarakat yang melintas bisa berhenti menikmati objek wisata alam tanpa membahayakan pengguna jalan lain.

“Karena panorama alam di sekitarnya cukup bagus, nanti masyarakat bisa melihat pantai. Tentu ada beberapa titik tempat pemberhentian untuk melihat Laut Selatan dan pantainya. Karena kalau tidak ada tempat pemberhentian, masyarakat bisa asal berhenti di jalan dan ini cukup berbahaya,” ujarnya.

Bagian paling atas dari Kelok 18 juga akan dipasangi penanda keistimewaan DIY. “Dari tempat itu, wisatawan bisa melihat sekeliling DIY,” ucapnya.

Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) DIY Muhammad Shidiq Hidayat mengatakan Kelok 18 akan dibangun dengan mempertimbangkan keindahan sehingga bisa menjadi objek wisata alam dengan panorama pantai selatan.

“Dibuat yang cantik, yang indah karena itu di Jogja,” ungkapnya.

Adapun desain Kelok 18 saat ini masih digarap Kementerian PUPR. “Kami masih menunggu desain finalnya. Masih di perencanaan belum sampai ke [Satker] pelaksanaan, pembebasan lahan juga masih berproses,” kata pria menjadi PPK saat pembangunan Terowongan Kentungan ini.

Shidiq mengatakan Kelok 18 kemungkinan akan menjadi daya tarik wisata baru. Pembangunan Kelok 18 ditargetkan selesai pada 2024 mendatang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*