
JoSS, SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang akan menyegel 555 lapak di Pasar Johar. Penyegelan dilakukan secara bertahap, dan telah direalisasikan sebanyak 109 lapak pedagang pada Senin (21/2/2022).
Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan bahwa penyegelan dilakukan karena ada lapak yang dibiarkan kosong tak terpakai.
Sebanyak 109 lapak yang disegel itu merupakan lapak yang tidak ada Berita acara serah terima (BAST) tapi sudah dipakai. Ada juga yang sudah memiliki BAST namun dibiarkan kosong.
Pihaknya mengaku sudah ditegur Dinas Perdagangan Kota Semarang terkait penggunaan lapak Pasar Johar. Baik yang belum ditempati maupun yang tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki BAST.
“Ini lapaknya sudah lama kosong. Dinas perdagangan sudah menegur. Dinas perdagangan sudah bersurat ke kita untuk penataan Johar tengah, utara dan selatan. Maka hari ini kita segel 109 lapak,” kata Fajar, Senin (21/2/2022), sebagaimana dilansir dari bisnis.com.
Fajar menegaskan ada 555 lapak yang harus disegel. Penyegelan dilakukan bertahap di hari hari selanjutnya. Dia menuturkan bagi pemilik lapak yang telah disegel harus mengurus izinnya di Dinas Perdagangan Kota Semarang.
“Jika ada pedagang ingin menempati lapak yang disegel, harus mengurus izin di Dinas Perdagangan. Batas mengurus izin hingga 15 hari ke depan. Kalau sudah 15 hari tidak ada yang ngurus, akan kita alihkan ke pedagang lain. Masih banyak pedagang yang butuh lapak,” tambahnya.
Pihaknya menyayangkan sikap pedagang yang menempati lapak tanpa adanya BAST maupun membiarkan kosong setelah adanya BAST. “Pasar Johar ini kan sudah direnovasi memakan anggaran hampir Rp750 miliar,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang melakukan pendataan ulang kepada para pedagang yang telah menempati lapak di Johar Tengah dan Johar Utara pada Rabu (16/2/2022).
Pendataan dilakukan oleh Dinas Perdagangan yang didampingi Satpol PP Kota Semarang bersama Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang, Koramil Semarang Tengah dan Polsek Semarang Tengah.
Baca juga: Pedagang Pasar Johar Merasa Di ‘Pingpong’, Berulang Kali Audiensi Namun Tidak Direalisasikan
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis menjelaskan pendataan yang dilakukan kali ini adalah tindak lanjut dari beberapa kali pertemuan yang dilakukan pihaknya bersama perwakilan pedagang. Kali ini pendataan yang dilakukan adalah mendata pedagang Yaik yang menempati Johar Utara dan Johar Tengah.
Dari hasil pendataan tidak semua pedagang Yaik yang telah menempati lapak mau pindah ke basement alun-alun. Pihak Dinas Perdagangan juga tidak memaksa kepada para pedagang yang memang tidak mau pindah.
“Pertama kita adalah memetakan mana yang di Johar Utara, Tengah dan Selatan kira-kira mana yang mana yang bisa dimasukin untuk pedagang yang belum mendapat lapak sesuai konsep kemarin jadi prioritas yang memang pedagang aslinya. Kita tetap melihat kondisi dilapangan jadi tidak serta merta dipindah begitu saja,” ungkapnya, dilansir dari laman resmi semarangkota.go.id.
Dari data yang telah dihimpun untuk Johar Utara dari 17 register ada 11 orang yang tidak mau pindah, 2 orang yang mau pindah dan 4 lainnya kosong.
Untuk Johar Tengah lantai 1 ada 89 register dengan rincian 7 orang mau pindah, 58 orang tidak mau pindah dan 24 kosong. Sedangkan untuk Johar Tengah lantai 2, dari total 168 register ada 39 orang yang tidak mau pindah, 26 orang yang mau pindah dan 103 kosong.
Sementara untuk pedagang Yaik yang berada di Johar Selatan rencananya dilakukan pendataan Jumat (18/2/2022). Selain mendata pedagang yang sudah menempati lapak, pihaknya juga mendata lapak yang masih kosong atau belum ditempati para pedagang yang sudah mendapat undian lapak.
“Yang dari kelompok Yaik kan memang seharusnya ada di Basement Alun-alun untuk sementara dan kita lihat jumlah lapaknya dengan jumlah pedagang,” katanya
Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang, Mudasir mengaku lega karena Pemerintah Kota Semarang mau mendengar aspirasi dari para pedagang dengan melakukan penataan ulang.
Dirinya mengakui jika dilapangan pasti tidak semua pedagang setuju dengan adanya penataan ulang ini. Namun pihaknya mengaku terus melakukan komunikasi antar kelompok dengan baik untuk menemukan jalan terbaik bagi penataan Pasar Johar. (lna)

Leave a Reply