Kasus Infeksi Menggila, DIY Siapkan Hotel Mutiara 1 Untuk Selter Isolasi Pasien Covid-19

Ilustrasi

JoSS, JOGJA – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiagakan Hotel Mutiara 1 di kawasan Malioboro untuk selter bagi warga yang positif Covid-19 menyusul kondisi sejumlah selter yang mulai penuh tak terkecuali di selter Hotel Mutiara 2.

Pemda DIY memiliki aset dua hotel yaitu Hotel Mutiara 1 dan Hotel Mutiara 2 berada di Jalan Malioboro yang dibeli dengan danais Rp170 miliar pada 2020 silam. Hotel ini rencananya akan dipakai untuk mal bagi produk UMKM. Namun karena pandemi hotel Mutiara 2 telah dipakai untuk selter Covid-19  sejak sepekan yang lalu.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan bahwa sejumlah tempat isolasi terpadu (Isoter) yang telah dibuka sudah mulai penuh. Di Hotel Mutiara 2 misalnya dari total kapasitas 112 bed, hingga Minggu (20/2/2022) sudah terisi 102 bed.

“Kalau nanti sudah banyak yang penuh itu [pemakaian Hotel Mutiara 1] itu memungkinkan, nanti biar jadi satu pelayanan dengan selter Hotel Mutiara 2,” katanya, Minggu (20/2/2022).

Sementara itu, dilansir di harianjogja.com, Kabid Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos DIY Sigit Alifianto menyatakan pemanfaatan Hotel Mutiara 1 yang lokasinya berada di sebelah utara Hotel Mutiara 2 menjadi pilihan terakhir jika semua Isoter yang dikelola kabupaten dan kota sudah penuh.

Mengingat saat ini Pemkot Jogja akan mengaktivasi Rusunawa Gemawang dan Pemkab Sleman akan ketambahan Isoter di UII.

“Untuk Hotel Mutiara 1 masih proses persiapan. Apalagi kami dapat info Pemkab Sleman akan mengaktifkan 1 selter lagi di UII dan Pemkot Jogja akan mengoperasionalkan satu selter lagi, bahkan 1 shelter Gemawang yang dikelola Pemkot juga belum diaktifkan,” katanya.

Baca juga: Makin Ketat, DIY Sudah Punya Perda Penanggulangan Covid-19

Ia menambahkan untuk fasilitas di Hotel Mutiara 1 sebenarnya sudah tersedia karena sudah dilakukan perbaikan beberapa waktu lalu. Sehingga secara umum sudah siap. Jumlah bed kemungkinan lebih banyak dari Hotel Mutiara 2. “Sebenarnya tinggal menggunakan saja, karun tahun lalu sudah dilakukan perbaikan oleh Kementerian PUPR, tetapi saat ini tetapi dipersiapkan sebagai opsi terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat kasus aktif atau pasien yang menjalani isolasi tembus 3.311 orang, menyusul adanya penambahan 671 kasus baru dalam sehari terakhir.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bantul dalam keterangan resmi Pemkab di Bantul, Sabtu, tambahan kasus baru tersebar di semua 17 kecamatan se-Kabupaten Bantul dengan terbanyak dari Sewon 138 orang, disusul Banguntapan 96 orang, kemudian Kecamatan Bantul 95 orang.

Dalam periode yang sama terdapat kasus konfirmasi COVID-19 sembuh 88 orang, dari Kasihan 20 orang, Banguntapan 20 orang, Jetis 11 orang, Bambanglipuro delapan orang, Kecamatan Bantul tujuh orang, Sedayu tujuh orang, Pleret enam orang, Imogiri empat orang, Pandak tiga orang, Kretek satu orang, Pundong satu orang.

Disebutkan pula kasus COVID-19 isolasi di Bantul tersebut terbanyak ada di Banguntapan 549 orang, disusul Sewon 472 orang, sedangkan kecamatan dengan kasus terendah yaitu Dlingo 27 orang, dan Sanden 65 orang.

Terkait cakupan vaksinasi COVID-19, Satgas menyebutkan untuk dosis pertama telah tervaksin 784.871 orang atau 87,27 persen dari sasaran 899.352 orang, kemudian dosis kedua sudah tervaksin 743.464 orang atau 82,67 persen, sedangkan dosis tiga atau booster tervaksin sebanyak 41.426 orang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*