Baru Dibuka Untuk Isolasi, Ratusan Ruang di Kompleks BPSDMD Sudah Terisi

kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng

JoSS, SEMARANG – Pemprov Jateng membuka kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng di Banyumanik Kota Semarang untuk tempat isolasi penderita virus Corona atau COVID-19. Dari 502 tempat tidur yang ada hampir separonya sudah langsung terisi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penambahan kasus positif Covid-19 di wilayah ini semakin tinggi, hal itu ditengarai dengan masuknya 62 kasus yang terjangkit Covid-19 varian Delta di Jawa Tengah. Dia memperkirakan jumlah kasus yang belum terdeteksi kemungkinan bisa lebih banyak.

“Besar kemungkinan jumlah yang tertular varian Delta di Kudus lebih banyak dari yang kita temukan saat ini. Dan sangat terbuka kemungkinan varian ini sudah masuk ke daerah-daerah lainnya” ungkapnya, melalui unggahan di Youtube, Rabu (16/6/2021).

Untuk itu, pihaknya menyiapkan tempat-tempat isolasi terpusat untuk mengantisipasi jika lonjakan terus terjadi. Ada empat asrama di kompleks itu yang dibuka dengan kapasitas sekitar 502 tempat tidur.

“Ini tempatnya bagus, satu area, jadi kita optimalkan semuanya. Kalau perlu kita cari satu tempat untuk dokter dan perawat yang dekat, kita tata lagi. Jadi kalau nanti terjadi outbreak kemudian situasi berat karena tren peningkatan sangat eksponensial, kita masukkan sini semua,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).

Ratusan kamar di empat asrama tersebut sudah terisi. Rinciannya, Asrama Sumbing yang terdiri atas tiga gedung dengan kapasitas sekitar 170 tempat tidur dan saat ini sudah terisi penuh.

Kemudian Asrama Muria dengan kapasitas sekitar 62 tempat tidur kini hanya menyisakan 6 tempat tidur. Selanjutnya Asrama Sindoro dengan kapasitas sekitar 220 tempat tidur dan Merapi sekitar 50 tempat tidur.

“Untuk Sindoro ini sudah dipesan oleh Kabupaten Semarang karena dekat (aksesnya), bupati sudah kontak dan saya izinkan agar bisa membantu kawan-kawan di sana. Kita juga masih punya Merapi sehingga nanti kalau dalam situasi yang membutuhkan, kawan-kawan di sini sudah siap,” jelas Ganjar.

Baca juga: Ayo Terapkan Prokes! IGD dan ICU RS di Semarang Penuh Tempat Isolasi Terisi 82%

Ganjar menambahkan saat ini sedang mencari tambahan tengah medis. Bantuan sudah diberikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Namun tambahan masih diperlukan.

“Kami temukan di sini (BPSDMD) ada relawan dari Poltekkes, mereka mahasiswa tingkat akhir. Saya kira ini cara yang baik dan kalau ini bisa diberikan satu kesempatan kepada mereka mengabdi untuk kemanusiaan, baik juga mereka bisa diterjunkan,” ujarnya.

Ganjar mengusulkan agar mahasiswa tingkat akhir dikerahkan menjadi relawan. Pihak kampus diminta bisa memberikan kebijakan kepada mahasiswa yang membantu penanganan COVID-19 karena kondisi saat ini sedang darurat.

“Saya kira dari kementerian juga bisa didorong. Dalam kondisi kedaruratan ini insentif yang bisa diberikan kepada mereka adalah praktik di sini dan bisa menggantikan skripsi atau tesis yang ia akan siapkan. Kalau itu bisa di-BKO-kan, apakah itu mahasiswa akhir di kedokteran atau keperawatan. Tinggal menyiapkan mentor-mentor untuk membantu dan saya kira mereka punya pengalaman dan ilmu yang cukup bagus. Maka pada rapat Senin lalu kita minta untuk kerja sama dengan perguruan tinggi sehingga bisa menyuplai banyak kebutuhan itu,” urai Ganjar.

Ganjar memperkirakan jumlah kasus yang belum terdeteksi kemungkinan bisa lebih banyak. Analisanya sederhana, 62 kasus yang terdeteksi adalah hasil uji lab dari 72 sampel. Artinya 86,11 persen sampel yang diperiksa positif terjangkit varian Delta.

“Mau dibilang dan dibantah bagaimanapun, penularan Covid-19 di Jawa Tengah sedang tinggi-tingginya dengan varian yang lebih berbahaya,” sambungnya.

Adapun, saat ini sudah ada 8 daerah di Jawa Tengah yang masuk zona merah, yaitu Kudus, Demak, Jepara, Pati, Grobogan, Kabupaten Tegal, Brebes, dan Wonogiri. Pada 14 Juni 2021, pertambahan kasus di Jateng sampai 1.372 kasus dalam satu hari, dan seminggu bertambah 3.331 orang.

“Yang membuat saya nggrantes adalah jumlah warga yang meninggal sampai 756 orang. Innalillahi wa innailaihi rajiun,” kata Ganjar.

Untuk melawan virus varian Delta ini, imbuhnya, sebenarnya caranya tidak sulit, hanya perlu kesadaran masyarakat untukselalu mematuhi protokol kesheatan. Pakai terus masker, jangan keluar rumah jika tidak penting, jangan berkerumun, kalau ada kerumunan, ingatkan agar bubar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*