Sekelompok Remaja Ngaku Mendaki Merapi Sampai Pasar Bubrah, TNGM: Itu Pengunjung New Selo

VIDEO yang memperlihatkan sekelompok ABG mendaki ke Pasar Bubrah Gunung Merapi viral di Twitter. Video berdurasi 19 detik itu memperlihatkan empat orang berpose di depan plang menuju ke Pasar Bubrah.

“Gabut-gabut tekan Pasar Bubrah Merapi og pie. Meh lanjut munggah neh, ngga wani,” begitu narasi yang ada dalam video itu seperti dilansir Detik.com, Kamis (10/6/2021).

Video yang diunggah akun Twitter @B_Sajaa_Tanpa_H ini viral karena status Gunung merapi saat ini masih Siaga dengan penutupan jalur pendakian karena aktivitas vulkanik gunung tersebut tinggi.

Pasar Bubrah sendiri memiliki jarak tak sampai 1 kilometer dari Puncak Merapi. Lokasi ini tak lagi boleh dikunjungi sejak Merapi berstatus Waspada (level II) 2018 silam. Area larangan pendakian kian diperluas semenjak status Merapi mencapai Siaga (level III) akhir 2020 lalu.

“Bagaimana bisa, pendaki alay seperti ini bisa lolos masuk ke gunung Merapi yang saat ini masih sering erupsi? Penjagaan seperti apa yang diterapkan di pos pos pendakian untuk memperketat jalur, kok sampai bisa ditembus? Kecelakaan gunung masih sering kali terjadi,” tulis @B_Sajaa_Tanpa-H mengeluhkan aktivitas remaja pada video tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Akhmadi memastikan lokasi pengambilan video sekelompok pemuda itu bukan berada di Pasar Bubrah. Namun, memang di jalur pendakian Gunung Merapi.

Akhmadi menduga, para remaja tersebut berada di area sekitaran objek wisata New Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

“Bukan di puncak itu posisinya, bukan di Pasar Bubrah juga. Tapi, mau menuju Pasar Bubrah. Itu kan ada (tanda menuju) Pasar Bubrah,” kata Akhmadi saat dihubungi, Kamis (10/6).

“Kami bisa pastikan itu berada pada 600 meter dari New Selo, karena di jalur itu kami sudah pasang pal (patok) untuk tanda setiap 100 meter,” sambung dia.

Baca juga: BPPTKG Sebut Ketinggian Kubah Lava Di Tengah Kawah Merapi Setinggi 45 Meter

Akhmadi semakin yakin lokasi pengambilan gambar bukan di Pasar Bubrah. Dia memastikan remaja dalam video itu tidak sampai mendaki ke puncak Gunung Merapi. Sebab, melihat perlengkapan yang dikenakan para remaja itu tidak memenuhi syarat untuk mendaki ke puncak.

Pihaknya mensinyalir para remaja tersebut bisa sampai ke lokasi itu lantaran pintu rimba New Selo tidak dijaga petugas. Adanya jalan setapak selain itu kian memudahkan siapa saja mengakses titik tersebut.

Lebih jauh, Akhmadi menegaskan dua jalur pendakian resmi ke puncak Merapi, yakni Selo dan Sapuangin sejak 2018 lalu hingga detik ini statusnya masih ditutup.

“Ada papan informasi bahwa kondisi jalur pendakian ditutup sejak 2018 kemarin. Sehingga, yang dicurigai mau mendaki itu kami sampaikan tidak bisa mendaki dan sebagainya,” tegasnya.

TNGM turut memetakan jalur pendakian ilegal. Seperti di Babadan, selatan Kinahrejo, dan Tlogolele. Papan larangan pendakian telah terpasang di titik-titik tersebut.

“Beberapa pintu atau jalur yang dimungkinkan ilegal itu kita sudah pasang papan, dan masyarakat sudah kita koordinasikan dengan dukuh dan sebagainya,” paparnya.

Sementara aktifitas vulkanik Gunung Merapi hingga kini masih tinggi. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan Merapi meluncurkan awan panas guguran pertama pada pukul 04.08 WIB.

Awan panas guguran itu, menurut dia, tercatat di seismogram beramplitudo 28 mm dan terjadi selama 125 detik. “Jarak luncur 1.600 meter (1,6 km) ke arah barat daya,” kata Hanik, seperti diikutip Antara.

Berikutnya, tujuh kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-9 mm selama 9-26 detik, lima kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 38-75 mm selama 10-24 detik, dan satu kali tektonik jauh dengan amplitudo 15 mm selama 101 detik.

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*