Korlantas Polri Siapkan 333 Titik Penyekatan Dari Lampung Hingga Bali

Sterilisasi Jalur Tol Dilakukan Dua Jam Sebelum Pelaksanaan Satu Arah
Ilustrasi sterilisasai lalu lintas (Foto: ayobandung.com)

JoSS, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan 333 titik penyekatan yang tersebar di sepanjang wilayah Lampung hingga Bali. Langkah ini dilakukan guna mendukung kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksawan mengatakan, titik-titik checkpoint yang disiapkan oleh aparat kepolisian akan tersebar di beberapa perbatasan wilayah antara Kota dengan Kabupaten. Kemudian juga, terdapat titik penyekatan di jalan arteri ataupun jalan tol.

Nantinya, kata dia, semua kendaraan akan diputarbalikkan apabila kedapatan oleh petugas hendak melakukan mudik. Mereka yang dipersilakan melintas hanya yang memiliki surat tugas ataupun dalam keadaan terdesak.

“(Mekanisme putarbalik) sama (seperti tahun lalu), jadi nanti disekat-sekat. Yang melintas diperiksa, diputarbalikkan. Yang boleh jalan itu adalah orang yang dalam keadaan dinas, mendesak, ada surat tugasnya. Kalau dia mungkin orang tuanya sakit keras, atau mau melayat itu ada surat keterangan dari lurah bisa itu,” katanya, seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Rudy tak dapat merinci lebih lanjut mengenai titik-titik persis lokasi penyekatan itu dipersiapkan nantinya.

Dia hanya memastikan bahwa lokasi penyekatan akan dapat menahan laju arus mudik Idul Fitri 2021 karena mayoritas berada di jalur yang dilewati pemudik.

Baca juga: Mudik Dilarang, Kalangan Perhotelan di Jogja Andalkan Wisatawan Lokal

“Dari Lampung sampai Bali saya enggak bisa sebut satu-satu, pokoknya tiap antar kota antar kabupaten ada pos sekat. Jadi dari Sumatera mau ke Jawa enggak bisa, Jawa Sumatera enggak bisa. Dari Jakarta mau ke Jawa, juga enggak bisa,” tandasnya.

Sebelumnya,  pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan angka penularan dan kematian Covid-19 masih tinggi terutama pasca libur panjang.

“Cuti bersama Idul Fitri satu hari ada, tapi enggak boleh ada aktivitas mudik. Pemberian bansos akan diberikan,” kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (26/3).

Pada akhir pekan lalu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menggelar rapat bersama Kakorlantas Polri Irjen Istiono membahas persiapan pengamanan larangan mudik lebaran 2021.

Sejumlah persiapan pengamanan arus lalu lintas dibahas termasuk penyekatan di titik-titik yang akan dilalui masyarakat yang memaksa mudik. “Yang kami bicarakan ini menitindaklanjuti surat keputusan Menko PMK tentang larangan mudik,” kata Menhub Budi Karya Sumadi di Korlantas Polri, Jakarta, Jumat (2/4).

Budi mengaku sudah memerintahkan para dirjen untuk berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Gugus Tugas Covid-19 membahas teknis pengamanan larangan mudik lebaran 2021.  “Insyaallah apa yang dilakukan itu tetap tegas tetapi humanis,” ujarnya.

Sementara, Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan koordinasi ini perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi agar larangan mudik lebaran 2021 bisa dilakukan dengan baik.

“Tentunya berangkat dari solus populi excelso (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi),” ujar Istiono. Istiono menerangkan, pihaknya telah menyiapkan 333 titik penyekatan yang tersebar di sejumlah wilayah. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*