Tol Surabaya – Gempol Longsor, Kendaraan Berat Dialihkan Ke Dalam Kota Surabaya

Tol Surabaya-Gempol longsor (Foto: beritajatim.com)

JoSS, SURABAYA – Ruas KM 06+200 Tol Surabaya-Gempol longsor. Hampir separuh jalan pecah dan ambrol dengan panjang kurang lebih 50 meter, Selasa (26/1/2021). Tidak ada korban dalam insiden ini. Namun, untuk pertimbangan keamanan, lajur 1 dan 2 yang mengarah ke Gempol ditutup sementara. Kendaraan berat untuk sementara dialihkan dalam Kota Surabaya.

Imbasnya, lalu lintas di tengah Kota Surabaya kini bertambah padat. Pagi tadi misalnya, beberapa jalan protokol seperti Jalan A Yani, Jalan Dupak, Jalan Ngagel serta sekitarnya dipadati kendaraan berat. Akibatnya di beberapa titik terjadi kemacetan.

Para pengendara pun diminta tidak memacu kendaraan. Volume kendaraan yang bertambah di dalam kota diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Saat ini proses perbaikan di jalan Tol Surabaya-Gempol masih dilakukan.

Beberapa rekayasa lalu lintas juga dilakukan seperti pintu masuk Tol Perak-Satelit, bagi kendaraan golongan I diarahkan masuk tol, golongan II, III dan IV diarahkan untuk putar balik.

Gerbang tol Banyu Urip juga terpasang barrier yang memisahkan kendaraan golongan I yang bisa masuk ke tol Satelit, golongan di atasnya diluruskan ke tol Banyu Urip Pasar Kembang. Sehingga ada pembatasan yang bisa mengantisipasi bahaya ketika melintas di jalan tol.

Sementara untuk kendaraan yang mau masuk ke Jalan Tol Pasar ke Tol Dupak juga dilakukan pembatasan. Golongan I masuk ke tol Dupak III, golongan di atasnya diluruskan masuk ke arah Gresik-Perak. Semua pengaturan ini dilakukan untuk kelancaran bagi pengendara di jalan tol maupun di rute dalam kota.

Baca juga: Pekalongan Alami Penurunan Muka Tanah 6CM/Tahun, Pemda Diminta Lakukan Penanganan Serius

Diketahui, lalu lintas di Tol Surabaya-Gempol macet pascalomgsor di KM 6/200. Polisi menutup dua lajur dan hanya meyisakan satu lajur di sisi kanan. Kanit Patrolo Jalan Raya (PJR) Tol Jatim 2, AKP Roni Faslah mengatakan, dua lajur di tutup karena pertimbangan keamanan.

“Untuk kendaraan besar, atau dengan muatan banyak, diimbau menggunakan jalur lain untuk menghindari longsor tambahan,” katanya, dilansir dari Sindonews.com.

Akibat peristiwa ini kemacetan panjang terjadi karena hanya satu lajur yang bisa digunakan. Pengguna jalan tol arah Dupak menuju Waru diminta berhati-hati dan bersabar saat melintasi jalan. Kemungkinan polisi akan melakukan sistem Contra Flow jika arus kendaraan padat dan meningkat.

Hingga Rabu (27/1/2021) proses perbaikan masih berlangsung. Pihak jasa marga melakukan penguatan mengantisipasi longsor susulan.

Karena itu, petugas Patroli Jalan Raya (PJR) hanya membolehkan satu lajur untuk dilalui. Kondisi ini menyebabkan antrean cukup panjang. Sebab, kendaraan harus melintas bergantian.  Petugas menghimbau kendaraan besar jenis Truk Tronton, Trailer, dan sejenisnya untuk tidak melintasi kawasan titik jalan yang longsor pada jam padat kendaraan.

GM Representative Office 3 Jasamarga Transjawa Tollroad (GM RO 3 JTTRD), Hendri Taufik mengatakan, jalan longsor terjadi pada Selasa (26/1/2021) malam. Kejadian ini diawali adanya penurunan jalan yang mengakibatkan retakan pada lajur 1 di KM 06+200 pada Senin (25/1/2021)

“Saat itu lajur 1 ditutup dan dilakukan penanganan untuk menghindari penurunan dan retakan berlanjut. Namun, pada tanggal (26/1/2021) saat proses penguatan tanah, terjadi penurunan tanah kembali (longsor). Karena itu perlu dilakukan penutupan,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*