Kapolri : Densus 88 Berhasil Tangkap 164 Teroris

densus 88
Kapolri Jenderal Tito Karnavian | Foto : instagram divisihumapolri

JoSS, PEKALONGAN – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan hingga saat ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap sebanyak 164 teroris, sedangkan sekitar 20 pelaku terror terpaksa ditembak mait oleh petugas.

Tito menuturkan Jumlah tersebut ditambah pelaku teror bom di Yogyakarta dan dan Indramayu (Jawa Barat) yang belum lama ini ditangkap. Hal itu disampaikan Kapolri saat berkunjung ke kediaman ulama kharismatik Habib Lutfie bin Ali Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (17/7) sore.

“Kendati demikian, tolong yang dilihat jika aksi teror di Indramayu dan Yogyakarta bukan inisiatif dari pelaku melainkan dari petugas yang mengejar mereka,” ujar Tito, seperti dikutip dari Antara.

Jenderal polisi bintang empat itu mengatakan bahwa Polri sudah menyampaikan bahwa kasus terorisme dengan undang-undang yang lama para pelaku teror dapat berkumpul, berbisik-bisik, dan menyebarkan ideologi terorisme dengan bebas sehingga Polri tak bisa berbuat apa-apa karena hal itu masalah demokrasi.

Baca juga : Pemberantasan Terorisme Berjalan ‘Setengah Kopling’

“Kasus bom di Surabaya, dengan mereka melakukan pidana telah membuka pintu gerbang bagi Polri dan penegak hukum untuk masuk yang tadi hanya semula tertutup pagar demokrasi dan sekarang kita baru bisa masuk melakukan tindakan penegakan hukum,” jelas Tito.

Untuk itu Kapolri menyampaikan pada jajaran kepolisian agar jangan pernah menyerah dan berhenti melakukan penumpasan pada pelaku terorisme karena mereka sudah membuat kesalahan dengan melakukan serangan yang sudah melewati batas hukum.

“Saya sudah perintahkan kepada bawahan untuk mengejar semua pelaku teror karena mereka sudah membuat kesalahan dengan melakukan serangan yang sudah melintasi batas hukum,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolri juga menyampaikan ucapan terima kasih pada jajarannya dan masyarakat karena banyak sekali agenda risiko tinggi dan rawan seperti Lebaran, Pilkada Jawa Tengah yang tetap, tenang, aman.

“Kami berterima kasih pada masyarakat Jawa Tengah bisa tercipta situasi dan kondisi adem (sejuk), ayem (aman) sehingga bisa menjadi contoh di daerah lain,” tuturnya.

Dia berharap pada masyarakat yang semula berbeda pendapat dan pilihan pada pilkada agar kembali memberikan kesempatan pada pemimpin terpilih untuk bekerja dan memikirkan rakyatnya. (ant/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*