JoSS, SEMARANG – PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) selaku pengelola Proyek Tol Solo-Jogja sepakat melakukan kerja sama yang saling menguntungkan dengan Bank Jateng (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah).
Kerja sama tersebut untuk mendukung kelancaran pembangunan dan sistem pelayanan, baik saat proyek dalam tahap kontruksi maupun setelah dioperasikan nanti.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) di Royal Ambarukmo Jogja, Selasa (15/2/2020). Kesepakatan ditandatangani secara langsung oleh Direktur Utama Bank, Jateng, Supriyatno, dan Direktur Utama PT JMM, Adrian Priohutomo.
Tercatat ada enam poin penting yang tercakup dalam kerja sama tersebut. Yang pertama adalah peran intermediasi Bank Jateng dalam penyaluran ganti untung kepada masyarakat dan badan usaha yang terkena pembebasan lahan untuk keperluan proyek. Poin kedua adalah kesediaan Bank Jateng ikut serta dalam mendukung pembiayaan yang dibutuhkan pengelola proyek dalam bentuk kredit sindikasi bersama perbankan lain.
Poin ketiga yang masuk dalam kesepakatan adalah pembiayaan kredit untuk main contractor maupun subcontractor Proyek Tol Solo-Jogja dengan skema construction loan sesuai syarat dan teknis perbankan yang berlaku. Sementara poin keempat pelayanan penyaluran gaji (payroll) PT JMM melalui Bank Jateng.
Baca juga: Pembayaran Uang Pengganti Lahan Tol Solo-Jogja Mulai Dibayarkan
Adapun poin kelima adalah pemanfaatan layanan cash management system dan digital banking untuk mempermudah operasional proyek. Sedangkan poin keenam adalah pemanfaatan produk layanan dan jasa Bank Jateng oleh PT JMM untuk keperluan lain.
Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, mengatakan kehadiran Bank Jateng mendukung pembangunan jalan tol Solo-Jogja adalah wujud komitmen mendukung pengembangan perekonomian daerah. “Kerja sama ini upaya kami mendukung program pemerintah dalam melakukan percepatan program PEN atau Pemulihan Ekonomi Nasional. Salah satunya mendukung bidang pembangunan infrastruktur,” kata Supriyatno, seusai acara penandatanganan nota kesepahaman.
Menurut dia, dalam kerja sama ini tentunya Bank Jateng berada pada peran dan fungsi sebagai agen pembangunan dalam kapasitasnya sebagai lembaga keuangan. Jasa intermediasi menyalurkan pembayaran ganti untung merupakan salah satu bentuknya, selain dukungan pembiyaaan untuk proyek. “Dengan kerja sama ini, semoga perekonomian masing-masing daerah akan semakin meningkat,” harap dia.
Sementara itu Direktur Utama PT JMM, Adrian Priohutomo, mengungkapkan gambaran teknis penyelesaian proyek tol Solo-Yogyakarta yang dibagi dalam tiga seksi. Seksi pertama sepanjang 42 kilometer terbentang dari Solo sampai Purwomatani Kabupaten Sleman yang ditargetkan selesai tahun 2023.
Kemudian dilanjutkan seksi kedua dari Purwomartani-Gamping Kabupaten Sleman, sepanjang 23 km yang penyelesaiannya ditargetkan tahun 2024. “Seksi ketiga adalah Gamping- Kabupaten Kulon Progo-Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sepanjang 30,77 km dengan target penyelesaian 2024,” ujar Adrian.
Adrian berharap tol dengan total panjang 97 kilometer dari Solo sampai Yogya International Airport (YIA) bisa diselesaikan dengan lancar, aman dan tepat waktu. “Kami juga berharap pembangunan jalan tol ini dapat menimbulkan efek yang positif kepada seluruh masyarakat khususnya di Jawa Tengah dan DIY,” tukasnya. (lna)

Leave a Reply