Pelaku Industri Tekstil Solo Senang Biden Menang Pemilu AS, Kenapa?

Ilustrasi | Foto: istockphoto.com

JoSS, SOLO – Beberapa hari lalu, puluhan warga di Solo melakukan perayaan atas kemenangan pasangan Joe Biden dan Kamala Harris pada Pemilu AS, Rabu (3/11/2020). Dua orang mengenakan topeng wajah kedua pasangan Presiden dan Wakil presiden Amerika Serikat terpilih ini dengan menaiki sebuah becak, diarak warga di jalanan Kota Solo.

Bukan tanpa alasan, selebrasi itu dilakukan masyarakat Solo, kendati penyelenggaraan pemilihan pemimpin negara itu jauh di Amerika sana.

Oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Solo, kemenangan keduanya diyakini bisa meningkatkan ekspor ke pasar Amerika Serikat (AS). Sinyal positif itu khususnya soal kebijakan memperpanjang fasilitas Generalized System Preferences (GSP) untuk Indonesia.

Pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah, Liliek Setiawan, mengatakan ekspor tekstil barang jadi dari Jateng khususnya Soloraya, pangsanya paling besar ke AS.

Sektor ini pun menyumbang devisa terbesar pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT). “Apalagi banyak industri shifting ke Soloraya. Hal ini membuat Soloraya memerankan peranan lebih penting. Tantangannya, saat ini negara berkembang lainnya juga menggarap industri TPT,” ujarnya kepada wartawan, Senin (9/11/2020).

Ia mencontohkan Vietnam yang termasuk pemain baru, valuasi ekspor tekstilnya mencapai US$24 miliar. Sedangkan Indonesia, yang industri TPT menjadi penyumbang devisa nonmigas terbesar, valuasi ekspor tekstil termasuk dari Soloraya hanya US$12,9 miliar (2019).

Baca juga: Transaksi Digital di Pasar Tradisional

“Bahkan, Vietnam mengaver 6% kebutuhan TPT dunia, sementara Indonesia hanya 1,6%. Ini masalah serius. Kalau tidak ada pembenahan khususnya sumber daya manusia [SDM] serta fasilitas mesin, kita bakal tertinggal jauh,” jelasnya seperti dilansir dari Solopos.com.

Lilik menggarisbawahi industri TPT mesti ada dukungan dari pemerintah. Salah satu upaya pemerintah yang sudah jalan adalah pengembangan SDM melalui Akademi Komunitas (AK) Tekstil Solo.

Dalam hal ini, mahasiswa AK Tekstil langsung terserap menjadi tenaga kerja perusahaan tertentu. Selain SDM, industri TPT juga butuh peremajaan mesin.

Menurutnya, banyak mesin industri ini sudah terlalu tua. Maka dari itu, program restrukturisasi mesin dan peralatan pada industri TPT jadi kebutuhan mendesak.

Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Solo dalam Indikator Ekonomi Kota Solo 2019 menyebut komoditas utama ekspor masih dominan tekstil dan turunannya. Kemudian mebel, batik, kantong plastik dan kerajinan kayu/rotan.

Beberapa negara tujuan ekspor utama Kota Solo adalah Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, Perancis, Spanyol, China, dan Jepang serta Turki.

Sedangkan Dinas Perdagangan Kota Solo mencatat nilai ekspor Kota Solo pada 2018 mencapai US$ 44,126 juta. Nilai ini turun pada 2019, yakni sebesar US$ 43,375 juta.

Selain itu, tiga komoditas terbesar dalam realisasi ekspor Kota Solo menurut komoditas pada 2019, terbanyak adalah TPT sebesar 45,39 %, kemudian batik 24,35%, dan kantong plastik 12,21%.

Sementara nilai free on board (FOB) TPT Solo US$19,668 juta. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*