
JoSS, SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena La Nina menjadi penyebab dari meningkatkan potensi curah hujan di Indonesia. Hal itu memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor diperkirakan akan meningkat di bulan Oktober – November 2020 ini.
Secara historis, La Nina dapat meningkatkan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas curah hujan normal. Dalam rilis yang dikeluarkan pada 3 Oktober lalu, BMKG memperingatkan bahwa pada bulan Oktober – November 2020 ini seluruh wilayah Indonesia dapat mengalami peningkatan curah hujan, kecuali di wilayah Sumatera.
Menanggapi hal tersebut, Dikki Rulli Perkasa, Kepada Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, menjelaskan bahwa kawasan pantai utara Jawa merupakan salah satu wilayah yang rawan.
“Kecuali Jepara, kalau di selatan itu daerah yang rawan bencana banjir dan tanah longsor yakni Cilacap, Kebumen dan Purworejo,” jelasnya, dilansir dari Kabar24.com.
Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Masih Akan Terjadi di Laut Selatan Jabar-DIY
Dikki juga menjelaskan kesiapan Jateng dalam melakukan mitigasi kebencanaan, termasuk bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh La Nina.
“Kalau untuk kondisi bencana banjir, longsor dan kekeringan ini [sebetulnya] siklus yang berulang, [jadi] pola penanganan atau mitigasinya sudah kita tingkatkan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, Dikki juga menjelaskan bahwa BPBD Jateng telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat. “Kita juga sudah mengajak komunitas penanggulangan bencana dan komunitas relawan lain,” tambahnya.
BPBD Jateng juga telah melakukan koordinasi dengan instansi lainnya. Selain itu, Dikki menjelaskan bahwa posko-posko kebencanaan telah dibuka selama 24 jam untuk melayani laporan masyarakat. “Tidak hanya di tingkat provinsi, tapi juga di tingkat Kabupaten dan Kota,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply