Kanker Usus, Renggut Nyawa Aktor Senior Henky Solaiman

Foto: republika

JoSS, JAKARTA – Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Aktor senior Henky Solaiman meninggal dunia pada Jumat (15/5) di usia 78 tahun. Pemeran ‘Wak Sain’ dalam sinetron Dunia Terbalik ini wafat setelah sekian lama berjuang melawan penyakit kanker usus.

Informasi ini pertama kali diketahui dari unggahan Instagram sutradara Fajar Nugros. Ia mengunggah foto Henky berlatar hitam putih dan menuliskan ucapan selamat jalan. “Selamat jalan Om Henky,” tulisnya sebagai caption.

Kabar meninggalnya Henky juga telah dikonfirmasi oleh rekan sesama aktor, Slamet Rahardjo.”Benar (meninggal) tadi jam 16.40 di rumah,” ucapnya.

Sebelumnya, Henky diketahui tengah berjuang melawan penyakit kanker usus. Lantaran ingin fokus pada pengobatan, ia memutuskan untuk mundur dari sinetron Dunia Terbalik pada Januari lalu.

Henky juga sempat menjalani operasi pengangkatan tumor di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, Rabu (18/3). Operasi tersebut berhasil dilakukan. Namun, Henky Solaiman mengalami pendarahan.

Anak kandung Henky, Verdy Solaiman, saat itu mengatakan ayahnya butuh transfusi darah. Namun, tidak banyak persediaan darah dengan golongan AB positif.

Apa itu kanker usus dan gejalanya?

Kanker usus besar adalah kanker atau adanya sebuah massa abnormal yang mengenai usus besar. Usus besar merupakan bagian usus paling akhir dari sebuah sistem pencernaan. Kanker usus besar biasanya mengenai pada orang dewasa. Muncul awalnya sebagai benjolan kecil jinak berupa polip yang dalam berjalannya waktu benjolan tersebut bertransformasi menjadi ganas.

Baca juga: Adi Kurdi Meninggal Dunia Karena Stroke dan Pembengkakan Otak

Gejala Kanker Usus Besar

Pada tahap awal, pengidap kanker usus besar biasanya tidak merasakan gejala. Gejala yang timbul biasanya bergantung pada jumlah, letak benjolan dan ukuran. Tanda dan gejala yang biasanya timbul antara lain:

Perubahan menetap pola buang air besar, dapat berupa diare atau konstipasi.

Perdarahan pada anus, atau adanya darah dalam feses.

Rasa tidak nyaman pada perut yang bersifat menetap seperti kram, nyeri atau penimbunan gas.

Timbul rasa lelah yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Penurunan berat badan tanpa sebab.

Penyebab Kanker Usus Besar

Secara umum, kanker usus besar dimulai ketika sel-sel yang sehat di usus besar, mengalami perubahan susunan DNA karena mutasi. DNA adalah sumber informasi dari suatu sel yang berisikan apa saja yang harus dilakukan oleh sebuah sel.

Pada kanker, DNA ini berisi instruksi untuk terus melakukan pembelahan, sehingga terbentuk massa abnormal. Mutasi yang dapat menyebabkan kerusakan DNA biasanya disebabkan oleh zat-zat dari luar tubuh yang dapat memicu kerusakan DNA dan kanker (zat karsinogenik).

Pencegahan Kanker Usus Besar

Dokter dapat merekomendasikan pada orang dengan risiko kanker usus besar untuk melakukan skrining setelah usia 50 tahun. Perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kanker kolon, yaitu:

Konsumsi buah-buahan, sayur, dan serat tinggi. Vitamin, mineral dan antioksidan yang terkandung dalam makanan tersebut dapat berperan dalam menurunkan risiko kanker. Kurangi atau stop konsumsi alkohol dan stop merokok.

Olahraga rutin setiap hari. Minimal sebanyak 30 menit setiap hari. Jika belum terbiasa melakukan olahraga sebelumnya, olahraga dapat dilakukan perlahan hingga tercapai 30 menit setiap hari.

Menjaga berat badan ideal. Berat badan yang ideal dapat menurunkan risiko untuk berbagai penyakit termasuk kanker usus besar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*