Arief Budiman Meninggal, Dimakamkan di Ngebong Salatiga

Arief Budiman | Foto: beritasatu.com

JoSS, SEMARANG – Ilmuwan dan tokoh gerakan Arief Budiman, meninggal pada Kamis (23/4/2020) siang ini pukul 12.20 WIB di Rumah Sakit Ken Saras Bawen, Kabupaten Semarang. Arief Budiman bin Salam Sutrawan, meninggal pada usia 79 tahun. Jenazah Arief akan dimakamkan sore ini di Pemakaman Ngebong salatiga.

Kabar duka ini disampaikan aktivis Yayasan Geni, Bagus Pursena. “Iya, Pak Arief telah mendahului kita. Rencananya dari rumah sakit langsung dibawa ke tempat pemakaman Ngebong Salatiga,” kata Bagus yang lama menjadi murid Arief di Salatiga, kepada joss.co.id, Kamis (23/4/2020).

Arief Budiman adalah lulusan Harvard University, yang kemudian menjadi pengajar dan peneliti di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) Salatiga. Arief yang bernama asli Soe Hok Djien adalah kakak kandung aktivis Soe Hok Gie. Keduanya sama-sama belajar di Universitas Indonesia, kalau Hok Gie belajar Sejarah, Arief memilih kuliah di Fakultas Psikologi UI.

Nama Arief melambung saat ada debat nasional tentang Ekonomi Pancasila dengan Prof Mubyarto. Debat dalam tulisan di Harian Kompas itu kemudian menyebar ke hampir semua media cetak menjadi topik pembicaraan. Setelah itu, Arief juga terlibat dalam aksi Waduk Kedung Ombo, dengan membela para warga yang tergusur bersama beberapa aktivis mahasiswa dan Romo Mangunwijaya. Aksi itu berlangsung bahkan sampai Soeharto tidak berkuasa lagi.

Baca juga: Obat Sakit Mag Warungan, Amankah?

Peristiwa lain yang membuat nama Arief Budiman semarak di media massa adalah aksinya menolak kepemimpinan Rektor UKSW, John Ihalauw. Arief bersama beberapa mahasiswa, dosen dan aktivis memperjuangkan agar ilmuwan  Liek Wilardjo yang berhak menjadi Rektor UKSW karena mendapat dukungan suara terbanyak. Aksi itu ditolak yayasan, sehinga Arief bersama beberapa pengajar lain sepertiu George Junus Aditjondro dan Ariel Heryanto memilih keluar dari UKSW,

Sebagai ilmuwan dan sosiolog, Arief dikenal kristis dan konsisten dalam bersikap. Arief merupakan aktivis angkatan 1966 seangkatan dengan Cosmas Batubara, Sofjan Wanandi, Sugeng Saryjadi dan lainnya. Setelah keluar dari UKSW, dia sempat mengajar sebagai Guru Besar di Universitas Melbourne, Australia. Arief juga banyak terlibat dalam bidang budaya di Indonesia.

Arief menjalani masa pensiunnya di Salatiga ditemani istrinya, Leila Ch Budiman yang juga adik mantan Menteri Pertanian Sjarifudin Baharsyah. Dia menderita Parkinson, namun masih bersemangat saat ditengok teman dan sahabatnya. Arief meninggalkan iostri, psikolog Leila Ch Budiman dan dua anak, yaitu Andrian dan Santi serta beberapa cucu. (awo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*