Tujuh Pasien Corona Meninggal, Dua di Jateng

Ilustrasi | Foto: nbcnews.com

JoSS, SEMARANG – Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona (COVID-19), Achmad Yurianto menyatakan pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia bertambah. Total sejauh ini sudah ada tujuh pasien yang meninggal dunia.

Yuri mengaku baru mendapat laporan terbaru mengenai jumlah pasien yang meninggal. Menurut dia, informasi mengenai kasus positif Corona ini bergerak dinamis. “Itu diumumkan setelah saya merilis jumlah kematian,  karena itu saya tambah dengan kasus itu,” ujar dia.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Selasa (17/3) sore, Yuri masih menyampaikan lima orang pasien yang meninggal dunia. Total ada 172 kasus positif di wilayah RI.

“Kemudian tanggal 15 kita sudah himpun datanya dari pagi sampai dengan malam ada penambahan kasus baru lagi sebanyak 20 orang dari pemeriksaan spesimen yang dilaksanakan Badan Litbang Kesehatan dan ditambah lagi 6 orang dari spesimen yang diperiksa oleh Universitas Airlangga sehingga total saat ini 172 kasus di mana kasus meninggal tetap 5,” kata Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun YouTube.

Baca juga: Masa Darurat Bencana Virus Corona Diperpanjang Hingga 29 Mei

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memperbarui data kasus virus corona di wilayahnya. Terbaru, ada satu pasien positif terjangkit virus Corona yang meninggal di RSUP dr Kariyadi, Semarang.

“Baru saja satu kasus baru positif meninggal, laki-laki, usia 43 tahun, dari Kota Semarang. Dirawat di RS Kariadi,” kata Ganjar di kantornya, Selasa (17/3).

Ganjar menjelaskan pasien itu sempat menjalani perawatan selama 10 hari di RSUP dr Kariadi. Pasien tersebut meninggal pada pukul 03.00 WIB tadi dan status positif baru diketahui Senin (16/3) sore.

Riwayat perjalanan pasien tersebut, lanjut Ganjar, tercatat sempat ke Bali. “Iya betul, yang perjalanan dari Bali,” terang Ganjar.

Saat ini total ada empat pasien positif terjangkit Corona di Jateng dan dua pasien positif terjangkit Corona yang meninggal.

“Kasus positif Corona yang dirawat empat, yang meninggal dua. Ini kondisi paling terakhir,” ujar Ganjar.

Diketahui, pasien Corona yang meninggal pertama di Jateng adalah kasus di Solo. Pasien positif Corona ini meninggal pada Rabu (11/3). Pria berusia 59 tahun ini tidak memiliki riwayat ke luar negeri tapi sempat mengikuti seminar di Bogor dan mengeluhkan batuk-pilek. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*