
JoSS, JAKARTA – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyatakan tidak akan memberikan statemen kepada media dan akan fokus pada pekerjaannya di badan itu. Sementara itu pernyataan kepada media akan diakomodir oleh Divisi Humas yang segera dibentuk.
Hal itu diungkapkan Yudian dalam rapat kerja BPIP dengan Komisi II, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, belum lama ini.
Pembentukan divisi humas itu juga atas arahan anggota dewan yang menyoroti pernyataannya yang mengundang kontroversi masyarakat belum lama ini soal hubungan agama dengan Pancasila.
Anggota Komisi II F-PDIP Johan Budi meminta Yudian fokus pada tugasnya sebagai Kepala BPIP dan tidak memberi pernyataan ke media. Johan bicara dalam konteks membahas kontroversi pernyataan Yudian soal hubungan agama dan Pancasila.
“Karena itu lebih baik Bapak menyerahkan statement dan lain sebagainya itu kepada, mungkin ada humasnya ya, ada juru bicaralah, Pak. Bapak lebih fokus kepada tugas sebagai kepala BPIP saja, yang memberi laporan kepada Presiden, karena mandatnya adalah itu,” kata Johan.
“Ini saya lihat ada Romo Benny (Stafsus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo) yang juga biasa bicara dengan media. Mungkin bisa menugaskan Romo Benny atau Deputi daripada nganggur, nggak ada kerjaan,” imbuhnya seperti dikutip dari detik.com.
Baca juga: Benarkah Berenang Bersama Kawan Jenis Bisa Sebabkan Kehamilan? Ini Pendapat Seksolog
Yudian pun merespons usulan tersebut. Ia mengatakan akan menjalankan saran dari anggota Komisi II.
“Jadi saya sebagai Kepala BPIP harus membuka telinga saya, mengambil mana yang baik, termasuk saran Bapak Ibu. Misalnya fokus kerja, jangan banyak omong terus, ada jubir misalnya. Itu prinsipnya kami sangat terima kasih karena diingatkan di awal,” ujar Yudian.
Dia mengatakan pihaknya akan membentuk Humas BPIP untuk menyaring pernyataan-pernyataan yang akan diberikan ke media. Ia juga berjanji akan mengurangi penjelasan-penjelasan akademis dalam rapat seperti yang biasa dilakukannya saat menjalani profesi sebagai rektor.
“Saya akan membentuk humas, saya mulai menahan diri, kalau ada press release akan diedit dulu oleh tim. Untuk yang lain-lain, program kerja, monggo. Jadi nanti insyaallah seperti yang saya sampaikan, saya sudah mulai tidak bicara di depan publik seperti saran pada umumnya hari ini,” ungkapnya.
Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu meminta maaf jika penjelasannya masih banyak menggunakan gaya akademisi. Ia pun menegaskan tidak akan lagi membuat pernyataan di media.
“Tapi saya berjanji ke depan akan pakai humas. Kalau toh harus itu, pakai yang namanya diedit dulu, ditulis, didraf, baru kita serahkan. Jadi pribadi saya sudah tidak lagi akan di depan lembaga. Ini saya sampaikan dengan tegas, saya terima kasih sekali,” ucap Yudian.
Dia juga berjanji tidak akan pernyataan yang mengundang kontroversi. “Saya janji tak ada lagi nanti kontroversi saya sebagai pribadi, yang itu atas nama BPIP. Mungkin kalau saya nguji disertasi itu terbatas di ruang, insyaallah seperti itu,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply