Sleman Diguyur Hujan Es, Ternyata Ini Menyebabnya

Ilustrasi | Foto: suryakepri.com

JoSS, SLEMAN – Hujan deras disertai angin kencang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di sejumlah daerah bahkan dilaporkan terjadi hujan es, yakni di Kecamatan Berbah, Sleman, Rabu (25/12).

Dikutip dari berbagai sumber, fenomena terjadinya hujan es, dalam ilmu meteorologo disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku.

Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat, tidak semua es mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara subtropis, tetapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.

Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah pembekuan, di mana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar.

Dalam beberapa kejadian alam, hujan es disertai  putting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) di dekat permukaan bumi.

Selain itu  dapat juga berasal dari awan multisel, dan pertumbuhannya secara vertikal, dengan luasan area horizontalnya sekitar 3 – 5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3 – 5 menit atau bisa juga 10 menit tetapi jarang.

Baca juga: Akhir Tahun di Jogja, Ini 11 Kantong Parkir Yang Disediakan

Oleh karena itu peristiwa ini hanya bersifat lokal dan tidak merata, jenis awan berlapis-lapis ini menjulang kearah vertikal sampai dengan ketinggian 30.000 kaki lebih. Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB).

Seperti yang terjadi di Sleman, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Sleman  Makwan, mengatakan berdasarkan data update pukul 15.30 WIB, dilaporkan adanya hujan es di Dusun Bledangan, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Rabu (25/12) sore. Beruntung tidak ada kerusakan akibat hujan es tersebut.

“Tadi sempat terpantau hujan es di Dusun Blendangan, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah. Nihil dampak kerusakan,” jelasnya seperti dikutip dari Detik.com.

Selain itu, juga dilaporkan tiga kecamatan yang terdampak angin kencang, yakni Kecamatan Berbah, Prambanan dan Gamping.

“Di Kecamatan Berbah wilayah yang terdampak yakni Desa Kalitirto. Di mana ada enam pohon tumbang, dua unit rumah, sebuah tempat usaha terdampak, dua jaringan listrik dan jaringan telepon dilaporkan rusak,” jelasnya, Rabu (25/12).

Untuk Kecamatan Prambanan, lanjut Makwan, angin kencang menyebabkan sebuah pohon di depan masjid di Desa Bokoharjo tumbang. Sementara di Kecamatan Gamping terdapat dua pohon yang dilaporkan tumbang.

“Di Kecamatan Gamping ada dua pohon nangka tumbang menimpa rumah Bapak Karto, di RT 04, RW 05, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman. Alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa ini,” sebutnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*