
JoSS, JAKARTA – Pihak Istana menginstruksikan usut tuntas kasus ledakan granat asap di Monas pada Selasa (3/12) pagi tadi sekitar pukul 07.16 WIB yang melukai dua prajurit TNI yang tengah berolahraga. Polisi masih mendalami asal usul granat asap berada di kawasan publik tersebut.
Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rahman menyebut Presiden Jokowi sendiri sudah mengetahui kabar ledakan tersebut melalui media massa.
Ia menyatakan Jokowi sendiri sudah menginstruksikan untuk menindak segala bentuk kekerasan dan teror yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
“Kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menginvestigasi sampai tuntas, kita tunggu lah [hasilnya]. Pak Jokowi tegas, segala tindak kekerasan apapun motifnya harus ditindak secara tegas. Itu saja hari ini,” kata Fadjroel saat berada di sekitar Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).
Selain itu, Fadjroel mengatakan ledakan itu tak membuat agenda presiden Jokowi terganggu. Ia memastikan semua acara kepresidenan hari ini berlangsung sesuai jadwal. Tak hanya itu, Fadjroel juga memastikan tak ada peningkatan keamanan di Istana Negara usai adanya ledakan tersebut.
“Istana baik-baik saja. Agenda semuanya jalan, dari jam 9.30 WIB tadi menerima rektor ya Menristek, lalu jam 10 menerima Rektor UI lalu ada pertemuan dari Jepang, terus jam 2 ada presidensial lecture tentang Pancasila. Enggak ada yang ditunda,” kata dia.
Baca juga: Pemerintah Selidiki ‘Desa Siluman’ Pemakan Anggaran
Sebuah Ledakan yang berasal dari granat asap terjadi di Monas, Jakarta Pusat tepatnya pukul 07.16 WIB, Selasa (3/12). Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menyebut ledakan terjadi sisi utara tugu Monas.
Sebelum ledakan terjadi, dijelaskan Eddy, sejumlah personel TNI tengah berolahraga di dalam komplek Monas. Personel TNI yang bermarkas di Medan Merdeka Timur itu, kata Gatot, memang rutin melakukan olahraga pagi di kawasan Monas tiap Selasa.
“Di Monas memang banyak TNI yang olahraga,” tutur Gatot dalam konferensi pers di Monas, pagi tadi seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Kemudian, lanjut Gatot, terjadi ledakan dari granat asap yang belum diketahui asalnya. Ledakan dari granat tersebut melukai korban yakni Sersan Kepala (Serka) Fajar dan Prajurit Kepala (Praka) Gunawan. “Hasil tim dari di lapangan diduga ini adalah granat asap,” jelasnya.
Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono mengatakan pihaknya masih mencari info lebih lanjut. “Kemudian sudah sampaikan ini granat asap. Ini masih cari info lanjut kami sampaikan ini bukan sesuatu yg luar biasa ditemukan granat asap, kita dalami kenapa itu di temukan,” katanya. (lna)

Leave a Reply