
JoSS, JAKARTA – Ketua DPR Bambang Soesatyo menjenguk sejumlah korban baik dari mahasiswa maupun pihak kepolisian dalam aksi demo mahasiswa di kawasan Gedung DPR RI, Selasa (24/9). Para korban di rawat di RS Pelni, termasuk Faisal Amir (21) yang mengalami pendarahan otak. Bamsoet
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menceritakan dirinya sempat bertemu dengan orang tua Faisal. Dia menyebut Faisal kini sudah stabil usai menjalani operasi semalam.
“Tadi ibunya juga menyapa Faisal dan Faisal memberikan respons dengan membuka matanya sedikit,” katanya di RS Pelni, JL Ks Tubun, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9).
Bamsoet juga menyatakan siap menanggung biaya pengobatan dan perawatan bagi Faisal Amir yang menderita luka cukup parah. “Saya minta RS Pelni menyetorkan tagihan ke saya,” ujarnya.
Baca juga: Polisi Tangkap 94 Orang Dalam Demo di DPR RI, 265 Mahasiswa Terluka
Faisal Amir merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia yang ikut berdemo di depan gedung DPR, Selasa (24/9). Universitas Al-Azhar membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus ini.
Selain ke RS Pelni, Bamsoet juga mendatangi RS Kramat Jati untuk menjenguk aparat kepolisian. Dia mengaku, situasi di kawasan gedung DPR RI sangat tidak kondusif pada saat kerusuhan, di sisi lain Rapat Paripurna DPR RI baru selesai sore hari sekitar jam 16.00 WIB, serta adanya tembakan gas air mata sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk menemui mahasiswa.
“Namun saya masih berada di DPRI sampai jam 2 pagi, menemani kawan kawan mahasiswa yang berdemonstrasi menyampaikan aspirasi, serta memastikan aparat kepolisian dan TNI profesional dalam menjaga demonstrasi tersebut,” ujarnya.
Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2014-2016 ini menjelaskan, pada dasarnya sampai sore hari kemarin situasi demonstrasi berlangsung cukup kondusif. Mahasiswa telah menyampaikan aspirasinya dengan cukup baik, DPR dan pemerintah juga telah meresponnya dengan menunda pembahasan RUU KUHP.
Namun sore hingga malam hari, seperti yang seringkali terjadi di berbagai demonstrasi lainnya, diduga ada penyusup yang tiba-tiba membuat kerusuhan dengan melempar batu dan tindakan anarkis lainnya, hingga memancing terjadinya bentrokan.
“Selain gerbang dan pos penjagaan DPR RI, para penyusup ini juga merusak Pos Polisi Jembatan Ladokgi. Membakar Pos Polisi Senayan, Pos Polisi Palmerah, Pos Polisi Slipi, Gerbang Tol Pejompongan, dan Bus Yonif Mekanis, serta sebuah mobil Jeep Rubicorn. Gerbang DPR RI dan pos penjagaan juga tak luput dari sasaran. Akibatnya baik dari sisi mahasiswa maupun aparat kepolisian dan TNI menjadi korban. Polisi sudah mengamankan para perusuh ini untuk diproses secara hukum,” jelas Bamsoet. (lna)

Leave a Reply