
JoSS, SOLO – Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membuat alat bantu pernafasan bernama Surgeons of UNS (SUNS) Portable Air Filter itu berfungsi lebih dari sekadar masker. Alat ini dikirim ke Riau dan Palangkaraya untuk membantu warga atasi kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Reviono mengatakan FK UNS telah mengirimkan tim ke Riau dan Palangkaraya untuk membagikan SUNS kepada warga terdampak karhutla. Tim akan dipimpin oleh salah satu Dosen FK UNS dan juga dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi Solo, Darmawan Ismail.
Selama ini, warga di Riau dan Palangka Raya yang terkena paparan asap kebakaran hutan hanya menggunakan masker. Ternyata pemakaian masker tersebut belum maksimal membantu warga mengurangi paparan asap karhutla.
“Alat ini fungsinya lebih dari masker. Alat ini berfungsi untuk individu ketika keluar rumah bisa membawa alat ini,” katanya, belum lama ini.
Menurut dia, bahan baku untuk membuat SUNS tidak mahal. Selain itu, masyarakat bisa membuat sendiri. Tim FK UNS akan mengundang relawan atau kader dari wilayah pelosok yang terdampak karhutla untuk diajari membuat alat tersebut. Sehingga relawan atau kader tersebut bisa mengajari masyarakat di wilayah mereka.
Baca juga: Anti Nyamuk Bikinan UNS Solo Menang di Jepang, Ga Nyangka Bahannya Dari Ini
Sementara itu, Darmawan Ismail menjelaskan alat bantu pernafasan SUNS Portable Air Filter mulai diciptakan pada 2015 dan sudah dilakukan ujicoba pada 2016. “Sudah kami ujicoba dan hasilnya lebih bagus dibandingkan dengan menggunakan masker biasa. Artinya udara yang dihirup ketika menggunakan alat ini lebih bersih,” papar Darmawan.
Nantinya, saat berada di Riau dan Palangkaraya, tim dari UNS akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi setempat. Tim dari UNS hanya membawa beberapa alat SUNS Portable Air Filter.
Tim UNS akan memberikan pelatihan kepada para mahasiswa FK dan masyarakat di Riau dan Palangkaraya. “Cara membuat cukup mudah serta bahan yang digunakan mudah didapat. Biaya pembuatan sangat murah, per unitnya hanya sekitar Rp 25 ribu,” ujar Darmawan.
Darmawan merinci, bahan yang digunakan meliputi kain kristik, kain tipis, perekat lepas pasang, tali bis, tali elastis, filter akuarium, mika tebal, selang aquarium, bola plastik mainan, spons dan sarung tangan/hand scoon. Sedangkan alat yang digunakan di antaranya plaster, spidol, gunting, cutter, penggaris, lem tembak/lilin dan hecter. (lna)

Leave a Reply