Pembangunan Selingkar Wilis Masuk Prioritas Percepatan Pembangunan Nasional

Ilustrasi | Foto: google

JoSS, PONOROGO – Proyek pembangunan jalan di kawasan Gunung Wilis atau biasa disebut kawasan Selingkar Wilis akan menjadi salah satu prioritas percepatan pembangunan nasional, setelah Presiden Joko Widodo menyetujui usulan pembangunan jalan tersebut.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengatakan Selingkar Wilis merupakan rencana pembangunan jalan untuk menghubungkan wilayah-wilayah di sekitar Gunung Wilis seperti Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Madiun, Kabupateng Trenggalek, hingga Kabupaten Nganjuk.

“Alhamdulillah usulan untuk Selingkar Wilis disetujui presiden. Jadi nanti jadi salah satu prioritas percepatan pembangunan,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

Ipong menuturkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah diminta menemui Presiden Jokowi. Pada pertemuan itu, kedua gubernur itu ditanya soal prioritas percepatan pembangunan yang mungkin dilakukan di masing-masing provinsi.

Baca juga: Pembangunan Capai 70%, YIA Segera Terintergasi Dengan Stasiun Kereta Bandara

Di Jawa Timur, kata Ipong, prioritas program yang diusulkan yakni pembangunan Selingkar Wilis. Pembangunan Selingkar Wilis ini dipastikan akan menghubungkan berbagai kawasan. Jarak tempuh yang harus dilalui juga lebih cepat.

Dia mencontohkan dari Ngebel ke Air Terjun Sedudo di Nganjuk hanya sekitar 15 km dan dari Ngebel ke Kediri hanya 24 km. Ini jika menggunakan jalur di Selingkar Wilis.

“Saya pernah mengusulkan kepada ibu gubernur lewat pak wagub saat berada di Ponorogo bahwa ada dua akses yang penting. Satu Selingkar Wilis, satunya lagi jalan Ponorogo-Madiun,” jelasnya.

Menurut dia, begitu Selingkar Wilis ini terwujud tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat dan pengembangan wisata.

“Kalau daerah-daerah itu sudah terhubung maka akan sangat membantu pengembangan pariwisata Ngebel. Sebab mengembangkan wisata Ngebel itu mahal sekali. Tidak bisa kalau hanya Rp 50 miliar, butuh ratusan miliar rupiah. Itu pengalaman pengembangan Danau Toba, Bromo, Bali, Bunaken dan segala macam ya seperti itu,” terang Ipong. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*