
JoSS, JOGJA – Guru TK di Dusun Pandeyan Desa Bangunharjo Kecamatan Sewon Bantul, Yuli Lestari (41), akhirnya dilantik sebagai Kepala Dukuh setempat, Jumat (17/5) lalu meski sebelumnya didemo dan ditolak oleh warganya.
Dikutip Krjogja.com, cerita yang cukup miris mengiringi perjalanan Yuli setelah melaksanakan tes seleksi pada 4 Mei lalu dan dinyatakan menempati rangking tertinggi hingga warga setempat menolak dengan alasan dukuh perempuan.
Yuli pun menceritakan pengalaman yang dialaminya saat berbincang dengan wartawan di Kantor Ombudsman Perwakilan Yogyakarta, Senin (20/5). Yuli menyampaikan bawasanya selentingan menolak dukuh perempuan diakui sudah ada sejak ia menyampaikan ide untuk ikut dalam seleksi dukuh setempat setelah dukuh sebelumnya meninggal dunia karena kecelakaan.
“Saya dengar isu itu pada awal mau mendaftar, tapi saya tidak percaya karena niat ingin mendaftar untuk mengabdikan diri, Bismillah saja niatnya baik. Tapi memang sudah dengar ada isu penolakan kalau saya mendaftar karena saya perempuan,” ungkapnya.
Baca juga: Revitalisasi Tembok Pojok Beteng Jogja Segera Dimulai
Dengan bulat hati, Yuli lantas tetap meneruskan keinginan mendaftar dan memenuhi seluruh persyaratan termasuk dukungan berupa fotokopi KTP dari 100 warga Padukuhan Pandeyan. Pun, saat tes yang dilaksanakan 4 Mei lalu, Yuli mendapat nilai tertinggi dan artinya berhak menjabat Kepala Dukuh, menyisihkan lima pesaingnya yang lainnya.
“Setelah itu, ternyata ada aksi kumpul tanda tangan yang sampai 500 tanda tangan. Ada juga tuntutan warga yang menolak saya katanya karena saya perempuan, susah dimintai tanda tangan, saya galak dan tidak melayani warga, raiso dijak lek-lekan, opo iyo nek sak wayah digugah gelem. Lha saya bingung karena selama ini saya kan belum menjabat apa-apa,” sambung dia.
Aksi unjukrasa pun sempat di lakukan sekitar 60-an warga di Balai Desa setempat karena menolak Yuli yang mendapat rangking tertinggi tes sebagai Kepala Dukuh Pandeyan. Tuntutan disampaikan yang intinya menolak agar tak melantik Yuli sebagai Kepala Dukuh dengan berbagai alasan yang telah disebutkan. (Wiek/lna)

Leave a Reply