Unik, Sholat Sunah Tarawih 23 Rakaat dalam Waktu Tujuh Menit

sholat sunah tarawih
Sholat sunah Tarawih di Mushola Padepokan Anti Galau, Yayasan Albusthomi | Foto: detik

JoSS, CIREBON – Sholat Sunah Tarawih sebanyak 23 rakaat dalam waktu tujuh hingga delapan menit, hanya ada di Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tepatnya di Mushola Padepokan Anti Galau, Yayasan Albusthomi.

Keunikkan dari sholat tarawih ini adalah jumlah rakaat salat Tarawih yang dilakukan kilat itu sebanyak 20 rakaat, kemudian dilanjutkan salat Witir sebanyak tiga rakaat. Setiap dua rakaat sholat tarawih ternyata memakan waktu kurang dari satu menit.

Ketua Padepokan Anti Galau Yayasan Al Busthomi, Ujang Bustomi, menjadi imam sholat tarawih cepat. Sementara untuk sholat witir, gerakan sholatnya sama seperti pada umumnya.

Ujang Bustomi mengatakan, sholat Tarawih ekspres tersebut sudah menjadi tradisi di padepokannya selama bertahun-tahun. Dalam sholat Tarawih dengan gerakan cepat tersebut, sejatinya terselip ajakan kepada masyarakat agar tidak malas menjalankan sholat sunah Tarawih sebanyak 20 rakaat, ditambah tiga rakaat Witir.

“Sholat Tarawih cepat ini agar masyarakat senang mengikuti salat (Tarawih). Karena kan banyak juga yang kurang senang, karena lama. Minimalnya mereka mau diajak sholat dulu,” kata Ujang Bustomi, seperti yang dilansir dari detiknews.com, Kamis (9/5).

Baca juga: Ada Takjil Gratis di Sky Bridge Tirtonadi-Balapan

Menurut Ujang Bustomi, tidak ada yang berbeda dalam bacaan dan gerakan sholat Tarawih. Namun, lanjut dia, cara membaca dan gerakan sholatnya lebih cepat dibandingkan dengan sholat Tarawih di tempat lain.

“Lebih cepat saja gerakannya. Kurang dari 10 menit, sekitar tujuh sampai delapan menit,” ungkapnya.

Ia tak menampik muncul pro dan kontra terkait tradisi salat Tarawih ekspres yang ada di padepokannya. Ujang Bustomi mengaku siap mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya.

“Minimal mereka sudah nyaman untuk sholat. Kalau khusyuk, itu mereka yang belajar sendiri-sendiri. Siap mempertanggungjawabkannya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Sinarrancang Bandi mengaku rutin melaksanakan sholat Tarawih kilat di musala Padepokan Anti Galau. Menurut Bandi, gerakan sholat yang kilat itu mengundang perhatian masyarakat untuk melaksanakan sholat Tarawih. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*