
JoSS, PAPUA NUGINI – Kondisi pemerintahan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill sedang diujung tanduk. Setelah tiga menterinya mundur secara bersamaan pada Jumat (3/5) kini dirinya terancam menghadapi mosi tidak percaya.
Menteri Kesehatan Papua Nugini, Puka Temu, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan meminta Perdana Menteri untuk mundur karena tingginya desakan dari masyarakat dan kabinet yang tidak percaya atas kemampuan pemerintahannya.
“Setelah tiga menteri mundur, kami akan meminta perdana menteri untuk mundur,” ujarnya seperti dikutip dari AFP.
Pernyataan ini dilontarkan tak lama setelah menteri pertahanan, menteri kesehatan, dan menteri kehutanan Papua Nugini mengundurkan diri pada Jumat (3/5).
Menurut Temu, ketidakpercayaan jajaran kabinet Papua Nugini terhadap O’Neill memang sudah menjadi pembahasan dan perbincangan baik di kalangan masyarakat dan pemerintahan sejak lama.
Partai O’Neill sendiri kini hanya menduduki sebagian kecil kursi pemerintahan yang ada di parlemen. Sementara itu, partai sekutu O’Neill juga terus mendesak agar ia segera mundur, namun PM menolaknya.
Baca juga: Ini 5 Destinasi Wisata ‘Surga Tersembunyi’ di Papua
“Dia menolak. Saya kecewa dengan cara perdana menteri memimpin Papua Nugini,” ucap Temu.
Selama ini, kepemimpinan O’Neill selalu diwarnai dengan isu korupsi besar-besaran dan kejahatan investasi skala besar yang menyebabkan utang negara membengkak, tapi tak memberikan keuntungan bagi rakyat.
Papua Nugini pun menjadi salah satu negara dengan tingkat kemiskinan paling tinggi di dunia. Hanya sekitar 10 persen warga Papua Nugini yang memiliki akses listrik.
Di tengah kemiskinan ini, O’Neill dituduh hanya ingin menguntungkan dirinya sendiri melalui berbagai kebijakan dan proyek yang ia sepakati.
“Papua Nugini terlalu besar untuk dipimpin hanya oleh satu orang. Negara ini bukan untuk bisnis satu orang,” tutur Temu.
Dia menyatakan kondisi Papua Nugini nyaris tenggelam dengan kemiskinan di mana-mana. “Papua Nugini nyaris tenggelam. Kami butuh kapten yang baik,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply