Harga Bawang Kerek Inflasi Nasional April

harga
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Harga bawang merah rata – rata mengalami kenaikan sebesar 22,9% yang memberikan andil terbesar dalam inflasi nasional pada April  sebesar 0,44%. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan laju inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan Maret 2019 yang tercatat 0,11% dan April 2018 yang sebesar 0,1%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan secara tahun kalender, inflasi hingga bulan keempat 2019 adalah sebesar 0,8% dan secara tahunan sebesar 2,83%. “Angka (inflasi) ini masih berada di bawah target 3,5% sehingga secara keseluruhan inflasi April ini masih terkendali,” ujarnya, dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (2/5).

Suhariyanto mengungkapkan inflasi bulan lalu dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan, khususnya bumbu masak, yang inflasi 1,45% secara bulanan dengan andil 0,31%.

“Penyebab utamanya adalah kenaikan harga bawang merah yang rata-rata harganya inflasi 22,9% sehingga bawang merah memberikan andil kepada inflasi 0,13%. Kedua bawang putih 0,09%. Cabe merah andilnya 0,07%, kemudian ada telur ayam ras dan tomat sayur 0,02%,”ujarnya.

Sementara, sejumlah bahan makanan mengalami deflasi misalnya beras sebesar minus 0, 06%. Selanjutnya, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,28% dengan andil 0,05%. Faktor pendorongnya masih berasal dari kenaikan harga tiket pesawat yang masih terjadi bulan lalu.

Baca juga: Kendalikan Harga Bawang, Pemerintah Gelar Operasi Pasar di Jatim

Berikutnya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengekor dengan inflasi sebesar 0,19% dengan andil sebesar 0,03%. “Kenaikan harga rokok filter andilnya 0,1%,” ujarnya.

Berikutnya kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi sebesar 0,12% dengan andil 0,03%. “Terjadi kenaikan harga barang untuk pemeliharaan rumah seperti semen, asbes dan lain sebagainya, “ujarnya.

Berikutnya, inflasi kelompok sandang dan kesehatan masing-masing sebesar 0,15% dan 0,25%. Masing-masing andilnya 0,1%.

Berdasarkan komponen penyumbang, tercatat komponen tingkat harga yang diatur pemerintah (administered price) mengalami inflasi 0,16%, komponen inflasi inti (core inflation) sebesar 0,17%, dan komponen harga pangan bergejolak sebesar (volatile foods) 1,59%.

Berdasarkan wilayah, dari 82 kota IHK, inflasi terjadi di 77 kota dengan inflasi tertinggi di Medan sebesar 1,3% dan inflasi terendah di Pare-pare sebesar 0,03%. Sedangkan 5 kota lainnya mengalami deflasi. Tercatat, deflasi tertinggi di Manado minus 1,27% dan deflasi terendah di Maumere sebesar minus 0,04%. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*