Meriah, Karnaval Paskah di Kota Semarang Tak Cuma Diikuti Umat Kristiani

JoSS, SEMARANG – Karnaval Paskah 2019 berlangsung meriah. Sebanyak 5.156 orang mengikuti karnaval paskah 2019, Jumat (26/4) sore. Mengenakan berbagai kostum unik, mereka berjalan dari titik nol kilometer Kota Semarang menuju halaman Balai Kota Semarang.

Berbagai penampilan seni dan budaya pun turut menghibur ribuan pentonton yang datang. Kegiatan yang terlaksana rutin di Kota Semarang ini ternyata tidak hanya dimeriahkan oleh umat kristiani saja.

Beberapa umat Islam, Konghucu, Budha juga turut memeriahkan arak-arakan Paskah. Seperti yang dilakukan Yuktiasih Proborini, anggota Persaudaraan lintas agama (Pelita) Kota Semarang.

Meski harus menggunakan kursi roda, Yukti terlihat gembira mengikuti arak-arakan Paskah. Didorong oleh seorang suster dari titik start hingha finish, dia turut menebar senyuman kepada seluruh prnonton yang menyaksikan karnaval.

“Kita kan bersaudara di dalam Bhineka Tunggal Ika. Kekayaan Indonesia yakni banyaknya keberagaman yang ada.Tuhan sebenarnya kan satu, hanya saja cara kita yang berbeda.

Baca juga: Karnaval Paskah Semarang 2018 Meriah

Jadi, tidak ada salahnya ikut memeriahkam untuk menghormati umat kristiani,” papar Yukti saat ditemui usai karnaval. Menurutnya, paskah adalah hari penting untuk umat kristiani.

Sebagai negara yang plural, rasa menghargai dan menghormati perlu ditanamkan agar tidak ada perpecahan antar umat beragama.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Bambang Suranggono memgatakan, semangat Paskah diharapkan tidak hanya sekedar seremonial terapi juga menjadi penyemangat yang dapat mendorong umat untuk mengutamakan nilai kemanusiaan.

“Semoga Paskah kali ini bisa menghadirikan kedamaian dan cinta kasih sesama umat,” ucapnya.

Dia mengapresiasi perayaan Paskah tersebut. Selain menghadirkan karnaval seni, acara Paskah juga dimeriahkan dengan pembahian sembako murah yang tentunya bisa membantu masyarakat Kota Semarang.

Perayaan paskah kali ini juha menjadi bukti bahwa warga Kota Semarang tetap guyub meskipun telah terlibat dalam pesta demokrasi selama tujuh bulan. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*