Akui Gagal, Menteri Pertahanan Sri Lanka Mundur

JoSS, SRI LANKA – Menteri Pertahanan Sri Lanka Hemasiri Fernando mengakui gagal mencegah teror bom yang terjadi pada Minggu Paskah (21/4) yang menewaskan 253 orang dan 500 orang luka-luka. Sebagai pertanggungjawaban terhadap negaranya, Fernando mengundurkan diri, Kamis (25/4).

Menurut Fernando, dia dan seluruh anak buahnya tidak melakukan kesalahan meski dianggap gagal mencegah serangan bom.

“Aparat keamanan sebenarnya menanggapi peringatan ancaman serangan teror sebelum terjadi. Kami mengusahakan hal itu. Semua lembaga terus bekerja,” kata Fernando.

Baca juga: Satu Desa di Negombo Sri Lanka Makamkan Puluhan Jenazah Korban Bom Paskah

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, kemarin memang meminta kepala kepolisian dan menteri pertahanan untuk mengundurkan diri karena dianggap gagal mengantisipasi serangan bom beruntun di Hari Paskah pada Minggu lalu.

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe, menuding ada pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan informasi peringatan ancaman serangan oleh kelompok Zahran.

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Lakshman Kiriella, mengatakan bahwa laporan ancaman serangan teror di sejumlah gereja dan hotel itu diterima dari intelijen India pada 4 April lalu.

Diduga hal ini adalah buntut dari perseteruan politik antara Sirisena dan Wickremesinghe sejak 2018. Saat itu Sirisena mengklaim Wickremesinghe bersekongkol untuk membunuhnya. Dia lantas mengangkat mantan pesaingnya di pemilu, Mahinda Rajapaksa, sebagai PM.

Akan tetapi, menurut oposisi, Sirisena mencopot Wickremesinghe karena menentang kebijakan ekonomi dan hendak mengusut dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Sirisena dalam perang sipil yang berakhir pada 2009 silam. Saat itu pemerintah menghadapi perlawanan pemberontak Macan Tamil.

Pemerintah Sri Lanka menuduh Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim sebagai pelaku serangan bom. Namun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim mereka bertanggung jawab atas aksi teror itu. Hal ini juga yang diduga memicu aksi balas dendam terhadap umat Islam setempat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*