Perbaiki Jaringan di Rumah, Warga Laweyan Tewas Kesetrum

JoSS, SOLO – Naas dialami Hery Supriyadi, warga Jalan KH Agus Salim No 60, Kecamatan Laweyan, Solo, lantaran tewas tersengat listrik saat memperbaiki jaringan listrik di rumahnya, Sabtu (23/3). Saat proses evakuasi yang dilakukan petugas pemadam kebakaran (damkar) juga terhambat jaringan listrik di rumah itu.

Sebelumnya, petugas pemadam kebakaran Solo langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) guna mengevakuasi setelah menerima laporan. Menurut Kepala Damkar Solo, Gatot Sutanto, bahwa lapoean yang masuk, disampaikan oleh anggota PPS Laweyan bernama Kristina pada pukul 16.05 WIB.

“Sudah dilakukan evakuasi oleh petugas Damkar Solo. Kami menerima laporannya pukul 16.05 WIB dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” ungkapnya, seperti yang dilansir solopos.com, Minggu (24/3).

Sementara itu, operator Damkar Solo yang memimpin proses evakuasi, Suparji Atut menjelaskan, kronologi penyelamatan korban. Laporan masuk dari anggota PPS Laweyan Kristina saat berada di lokasi sekitar TKP. Kristina langsung menghubungi pihak Damkar Solo melalui telepon untuk melaporkan insiden tersebut.

Baca juga: Deden Juhara Jabat Komisaris Independen PLN Gantikan Oegroseno

“Laporan masuk pada pukul 16.05 WIB melalui telepon. Saksi menelpon salah satu anggota kami, tapi kami baru bisa sampai lokasi pada pukul 16.50 WIB karena informasi yang telat masuk. Sekitar selisih setengah jam dari waktu kejadian,” terangnya.

Atut menjelaskan proses evakuasi terkendala jaringan listrik yang masih ada meski pun arus sudah dipadamkan. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan PLN untuk memutus arus listrik. Proses evakuasi dilakukan oleh empat personel damkar dibantu seorang anggota Basarnas.

“Kami datang membawa tiga unit Damkar yang berisi 18 personel. Untuk berjaga-jaga jika listrik menimbulkan kebakaran. Evakuasi korban Hery Supriyadi dilakukan oleh empat personel fire rescue Damkar Solo dan satu personel Basarnas. Setelah berhasil diturunkan, korban dibawa oleh PMI Solo untuk dibawa ke RSUD dr Moewardi, Solo,” ungkapnya.

Terkait status korban, Atut menjelaskan, saat melakukan pengecekan denyut nadi, petugas tidak menemukan adanya denyut nadi. Meski pun begitu, dia menyerahkan status meninggalnya korban terhadap rumah sakit yang lebih paham tentang medis. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*