Sering Antre TMJ Tambah 6 Gardu di Gerbang Tol Banyumanik

tol Banyumanik
Tol Banyumanik | Foto: twitter

JoSS, SEMARANG – PT Trans Marga Jateng (TMJ), operator jalan tol Semarang – Solo bakal menambah enam gardu di gerbang tol Banyumanik. Hal itu dilakukan guna mengurangi antrean gerbang tol menjelang lebaran,

Direktur Administrasi dan Keuangan TMJ Novianto Dwi Wibowo mengatakan trafik harian saat musim mudik bakal melonjak dibandingkan trafik harian reguler. Dia memperkirakan, trafik harian rata-rata bisa mencapai 100.000 kendaraan, lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari biasa sebesar 40.000 kendaraan.

Menurut Novanto, kenaikan trafik di ruas Semarang – Solo maupun ruas lain di koridor Trans Jawa bakal meningkat bila proyek jalan tol layang Jakarta – Cikampek II beroperasi pada musim lebaran.

Menurut dia jalan tol layang itu diyakini bakal memicu minat pemudik menggunakan kendaraan pribadi.

“Ini perlu diantisipasi. Saat ini ada 12 gardu. Kami tambah 6 entrance gardu miring,” jelasnya Senin (25/2).

Secara keseluruhan, ruas Semarang – Solo memiliki panjang 72,6 kilometer. Ruas ini beroperasi secara bertahap yang mana Seksi I sepanjang 10 kilometer beroperasi lebih dahulu pada 2011.

Saat ini, ruas Semarang – Solo  baru memiliki satu tempat istirahat dan pelayanan (TIP), yaitu di KM 429. Menurut Novianto, TMJ masih memiliki izin pembangunan 8 TIP dan bakal bertambah 2 lagi sehingga TIP yang bisa dibangun sebanyak 10 TIP.

Secara khusus, di ruas Semarang – Solo akan dibangun TIP dengan jenama Resta Pendopo, terletak di KM 456 A dan 456B. Resta mengusung konsep baru yang berbeda dari pengembangan TIP yang sudah ada. Seluruh unsur pemegang saham TMJ bakal terlibat dalam pengembangan Resta, yaitu Jasamarga Properti, Astra Property, Astra Infra, dan BUMD Sarana Pembangunan Jawa Tengah.

Baca juga: Pelebaran Jalan Gajah Dalam Proses Pembebasan Lahan

Direktur PT Astra International, Bambang Widjanarko Santoso mengatakan saat ini Astra ingin menyeleksi UMKM yang berjualan di tempat peristirahatan (rest area) Pendopo 456 ruas tol Semarang-Solo, agar produk yang dijual di sana mampu terlebih dulu menembus pasar nasional.

“Produk UMKM yang ingin kami jual adalah produk yang sukses dan kita mau mempraktekkan di Resta Pendopo 456 ini,” katanya.

Bambang menjelaskan bahwa pihaknya akan mengelola UMKM yang akan bergabung di rest area Pendopo 456. Setiap UMKM akan dikurasi produk, kemasan, serta harganya sebelum bisa berjualan di sana.

“Nantinya akan dipasarkan di rest area lain yang akan kami bangun serta di perusahaan-perusahaan kami yang butuh suvenir saat ulang tahun atau acara perusahaan, jadi benar-benar akan dikurasi dari yang bagus,” tutur Bambang.

Dia mengungkapkan kelak masyarakat yang berkunjung ke Resta Pendopo 456 tidak sekedar mendapatkan makanan, minuman serta cenderamata yang biasa-biasa saja.

“Itu adalah tujuan kami, jadi kami ingin menjadikan betul-betul sesuatu yang sama sekali berbeda,” katanya saat groundbreaking rest area tersebut.

Sebelumnya Sekda Pemprov Jateng Sri Puryono berharap Resta Pendopo 456 di Tol Semarang-Solo selain bisa menjadi destinasi wisata, juga menjadi tempat memasarkan UMKM kelas wahid. Ia menjabarkannya sebagai UMKM yang terpilih, memiliki nilai tawar sangat tinggi, berkualitas, memiliki mutu, dan manajemen yang bagus sehingga ada kontinuitas dan kualitas serta kuantitasnya tetap terjaga dengan baik.

Pemprov Jateng berharap tahap pertama dari areal peristirahatan tersebut bisa dioperasikan pada Desember tahun ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*