
JoSS, JAKARTA – Setelah terlibat saling protes di sosial media terkait RUU Permusikan, akhirnya Anang Hermansyah bertemu dengan drummer Superman is Dead (SID), Jerinx di Bali.
Anang tidak sendiri, dia ditemani istrinya, Ashanty Siddik. Pertemuan yang berlangsung di Bali itu tampak begitu hangat. Bahkan Anang dan Jerinx saling berpelukan sembari tertawa lebar.
“Terimakasih semuanya, terimakasih mas,” ucap Jerinx sembari merangkul Anang dalam video yang diunggah Ashanty di Instagram Story miliknya pada Senin (18/2) seperti dirilis Kompas.com.
“Tak kenal maka tak sayang,” tulis Ashanty melengkapi keterangan unggahannya.
Berikutnya, pelantun “Jodohku” itu juga mengunggah foto dirinya bersama Anang, Jerinx serta pembawa acara Sandrina Malakiano.
Diberitakan sebelumnya, Jerinx memprotes keras draf RUU Permusikan. Jerinx mengungkap kekecewaannya terhadap politisi yang juga musisi Anang Hermansyah dalam menggodog RUU tersebut.
Atas protes ini, Ahanty pun geram. Ashanty mengunggah rasa tidak terimanya atas protes pemain drumgrup band Superman is Dead itu melalui akun Instagram miliknya, @ashanty_ash.
Namun, unggahan kekecewaan itu justru ditanggapi dingin oleh Jerinx. Menanggapi hal itu Ashanty kembali angkat bicara. Menurut dia, membela suami adalah kewajibannya sebagai istri.
Bahkan Ashanty sempat ingin melaporkan Jerinx ke pihak berwajib terkait protesnya kepada Anang Meski perdamaian antara Anang dan Jerinx sudah tercapai, namun Jerinx tetap menolak draf Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan.
Baca juga: Anang Hermansyah Sepakat Tak Lanjutkan RUU Permusikan
Sikap Jerinx tersebut seperti sebagian besar musisi lainnya di Indonesia yang juga meminta supaya RUU tersebut segera dibekukan secepatnya.
“Soal RUU Permusikan itu Jerinx tetap menolak,” kata Nanda Persada, Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (Immarindo).
Selain Nanda, di pertemuan Anang dan Jerinx juga dihadiri Ashanty Siddik (34), penyanyi dan istri Anang, bekas presenter televisi Sandrina Malakiano dan Sanur Bersatu.
Ketika bertemu, Anang dan Jerinx sempat saling berkata keras, bahkan tidak jarang saling mencela.
“Saat Jerinx melemparkan smash, Mas Anang memilih bertahan. Begitu juga sebaliknya. Tapi semua berakhir damai,” jelas Nanda.
Di pertemuan bernama ‘Konferensi Meja Potlot’ yang digelar di Markas Slank, Jalan Potlot, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, 12 Februari 2019 malam, Anang yang menggagas dibuatnya RUU Permusikan bertemu para musisi negeri ini.
Mereka menyepakati tiga hal. Kesepakatan pertama adalah, mendesak DPR agar segera melakukan pembatalan RUU Permusikan serta seluruh proses yang tengah dijalankan di parlemen sambil menunggu dilaksanakan Musyawarah Musik Indonesia.
Kedua, menggelar Musyawarah Musik Indonesia.
Dan kesepakatan ketiga adalah, melakukan pemetaan ulang permasalahan yang sedang terjadi saat ini di industri musik Indonesia.(Wiek/lna)

Leave a Reply