
GROBOGAN, JOSS.CO.ID– Kereta Api Argo Anjasmoro menyambar seorang pengendara motor berinisial P (58) hingga tewas di Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (30/10/2026). Pihak PT KAI menegaskan bahwa perlintasan tanpa palang pintu tersebut sebenarnya sudah resmi ditutup.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo menjelaskan tujuan korban pagi itu. Petani asal Desa Pandanharum tersebut berniat pergi menuju sawahnya di Desa Kradenan.
Sekitar pukul 06.00 WIB, korban mengendarai motor Jupiter tanpa pelat nomor untuk menyeberangi rel. Pada saat bersamaan, KA Argo Anjasmoro melaju cepat dari arah barat menuju timur. Benturan keras membuat korban dan motornya terpental jauh.
“Korban diduga kurang konsentrasi, sehingga tertemper KA,” kata Edy saat dihubungi melalui ponsel.
Abaikan Peringatan Warga dan Masinis
Sejumlah saksi mata mengaku sudah memberi peringatan keras sebelum korban melintasi rel. Masinis kereta juga membunyikan klakson berkali-kali dari kejauhan. Namun, korban tidak mengindahkan teguran tersebut.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebutkan lokasi tabrakan berada di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) KM 38+100 petak Kradenan–Sulursari.
“Berdasarkan keterangan saksi, pengendara melintas di jalur KA dari arah utara menuju selatan dengan menggunakan batu sebagai sarana untuk melintasi jalur,” ujar Luqman. Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) juga sudah membunyikan semboyan 35 berulang kali.
Olah TKP dan Imbauan KAI
Petugas Unit Inafis Satreskrim Polres Grobogan langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan.
“Murni kecelakaan tertemper KA, korban meninggal dunia dengan luka serius pada bagian kepala. Jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelas Edy.
PT KAI sangat menyayangkan insiden fatal ini. Pihaknya kembali mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan perlintasan resmi demi keselamatan bersama.

Leave a Reply