
BLORA, JOSS.CO.ID – Krisis air bersih akibat musim kemarau panjang memicu aksi cepat dari pemerintah pusat. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengirim total 200 tangki air bersih ke dua wilayah yang mengalami kekeringan parah di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Blora dan Cilacap.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menggelar aksi ini sebagai bagian dari program “Imipas Peduli” untuk memperingati Hari Bakti Imipas. Bantuan ini hadir untuk meredakan kesulitan masyarakat yang menghadapi sumur kering selama berbulan-bulan.
Tim Imipas Salurkan 100 Tangki Air di Blora
Di Kabupaten Blora, tim mengarahkan pusat bantuan ke Desa Kedung Glagah, Kecamatan Jati.
“Berpusat di Desa Kedung Glagah, Kecamatan Jati, pendistribusian air bersih sebanyak 100 tangki dimulai pukul 09.00 WIB,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora, Gilang Danurdara, dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Selain mengalirkan 500 ribu liter air bersih, kementerian juga membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat setempat. Jajaran Forkopimcam (Camat, Danramil, Kapolsek Jati), perwakilan BPBD Blora, serta Kepala UPT Imipas se-Karesidenan Pati turut mengawal jalannya kegiatan tersebut.
“Selain bantuan air bersih, disalurkan pula sebanyak 200 paket sembako untuk masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ucap Gilang.
Gilang menambahkan bahwa Menteri Agus Andrianto memberikan arahan khusus agar seluruh jajaran UPT menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.
“Pak Menteri menekankan kepada kami di jajaran UPT tentang pentingnya kehadiran nyata institusi melalui program ini. Tujuannya luas dari Imipas Peduli ini adalah untuk membantu meringankan beban pegawai, keluarga pegawai, dan masyarakat yang terdampak bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” jelas Gilang.
Gilang juga menyampaikan tiga pesan penting dari Menteri Agus, yakni memperkuat sinergi, menghilangkan sekat komunikasi, serta meningkatkan kolaborasi dalam menjalankan tugas.
Bantuan Air Meringankan Beban Warga Cilacap
Sebelum menyasar Blora, tim Imipas telah menjangkau 31 desa di Kabupaten Cilacap, termasuk Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi. Warga menyambut bantuan ini dengan antusias tinggi karena mampu memangkas pengeluaran harian mereka.
Salah satu warga, Suryani, mengungkapkan beratnya perjuangan mencukupi kebutuhan air selama kemarau mengeringkan sumur mereka.
“Sering beli air. Satu jerikennya Rp 5.000. Buat beli beras saja sudah susah, ditambah beli air,” ungkap Suryani saat pembagian air bersih dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, Rabu (28/10/2026).
Sebelum bantuan ini tiba, Suryani harus mengeluarkan uang Rp 25.000 setiap hari untuk membeli lima jeriken air bersih. Sebagian warga bahkan rela berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju embung demi mendapatkan air bersih alternatif.
Koordinator Wilayah (Korwil) Lapas Nusakambangan dan Cilacap sekaligus Kalapas Batu Nusakambangan,Irfan, mengawasi langsung pembagian 100 tangki air bersih ini agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Leave a Reply