Pesan Tegas JK di Harvard: Kelola Belanja Negara dengan Bijak dan Ingat Bahaya Utang

JK ingatkan pemerintah agar bijak kelola belanja negara dan utang saat kuliah umum di Harvard. Simak pesan lengkapnya di sini!
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla saat memberikan kuliah bertajuk Leadership Amidst Uncertainty: Lessons from Experience di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (22/10/2026).(Dok. Tim Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla )
JOSS.CO.ID – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberi peringatan penting kepada pemerintah Indonesia terkait efisiensi anggaran. Ia meminta pemerintah agar selalu berhati-hati saat mengelola keuangan serta tepat dalam menentukan prioritas pembangunan.
JK menyampaikan pesan tersebut saat mengisi kuliah umum bertajuk Leadership Amidst Uncertainty: Lessons from Experience di Belfer Case Study Room, CGIS South, Harvard University, Amerika Serikat, pada Kamis (22/10/2026). Mahasiswa dari Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston University, serta berbagai kampus di kawasan New England menghadiri acara tersebut.

Prioritas Anggaran dan Risiko Ketergantungan Utang

Dalam pemaparannya, JK menekankan bahwa pemerintah tidak boleh merancang pengeluaran secara asal. Pemerintah wajib menyesuaikan alokasi dana dengan kebutuhan mendesak dan kapasitas riil keuangan negara.
“Belanja negara harus disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan,” kata JK, dikutip dari keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Ia juga mengingatkan bahaya jika pemerintah terlalu mengandalkan pinjaman. Pengeluaran yang tidak terukur memiliki risiko tinggi menekan stabilitas finansial nasional.
“Jangan sampai pengeluaran terlalu besar, sementara kemampuan membayar terbatas,” sambung JK.
Menurut JK, penumpukan utang yang tanpa pengelolaan hati-hati akan membebankan masa depan bangsa. “Utang hari ini pada akhirnya menjadi tanggungan generasi mendatang,” tegas JK.

Inovasi dan SDM Sebagai Kunci Kemajuan

Selain masalah fiskal, JK mengimbau seluruh pihak agar menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Ia menilai modal finansial semata tidak cukup untuk membawa Indonesia menghadapi berbagai tantangan global.
“Uang saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan semangat, keberanian, ilmu pengetahuan, dan inovasi. Teknologi harus dikuasai dan kemampuan manusia harus terus dikembangkan,” kata JK.

Agenda Akademik JK di Amerika Serikat

Kuliah umum di Harvard University ini menjadi bagian dari rangkaian agenda akademik JK di Amerika Serikat. Sebelum menyambangi Harvard, ia melakoni program Vice President Kalla Lecture Series di Northern Illinois University (NIU), DeKalb.
Setelah menyelesaikan agenda di Harvard, JK bakal melanjutkan perjalanan akademiknya ke MacMillan Center, Yale University, New Haven, Connecticut. Di sana, ia akan membahas topik penyelesaian konflik, pembangunan perdamaian, serta penanganan bencana di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*