
JOSS.CO.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir tidak lepas dari peran sejumlah saham berkapitalisasi besar. Dalam periode perdagangan 13-17 Juli 2026, dorongan utama indeks datang dari sektor perbankan yang kembali menunjukkan dominasinya di pasar modal Indonesia.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, tiga bank besar nasional menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan IHSG. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menempati posisi teratas dengan kontribusi sebesar 32,6 poin terhadap indeks. Kenaikan harga saham BMRI mencapai 9,8% dengan kapitalisasi pasar saham publik (market capitalization free float/MCFF) sebesar Rp 159,1 triliun.
Di bawah BMRI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut menjadi penopang utama. BBCA menyumbang 26,4 poin terhadap IHSG dengan kenaikan harga 4,8% dan MCFF Rp 248,5 triliun. Sementara itu, BBRI memberikan kontribusi 26,2 poin, didorong kenaikan harga 6,4% serta MCFF mencapai Rp 188,5 triliun.
Selain sektor perbankan, sejumlah saham dari sektor lain juga berperan signifikan dalam mendorong indeks. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tercatat menyumbang 18,1 poin dengan lonjakan harga 12,2% dan MCFF sebesar Rp 72,2 triliun. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyusul dengan kontribusi 16,6 poin setelah sahamnya naik 7,2% dan MCFF Rp 106,7 triliun.
Adapun PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turut memperkuat IHSG dengan kontribusi 13 poin. Saham ini naik 7,1% dengan MCFF sebesar Rp 85 triliun. Peran saham-saham berbasis energi dan telekomunikasi ini menunjukkan bahwa penguatan indeks tidak hanya bergantung pada sektor keuangan.
Kontributor lainnya datang dari saham PT Astra International Tbk (ASII) yang menyumbang 11,8 poin setelah naik 6% dengan MCFF Rp 90,3 triliun. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatat kontribusi 11,3 poin dengan kenaikan harga signifikan sebesar 35,5% dan MCFF Rp 18,8 triliun.
Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memberikan tambahan 9,6 poin dengan kenaikan harga 7,8% dan MCFF Rp 57,5 triliun. PT United Tractors Tbk (UNTR) melengkapi daftar dengan kontribusi 6 poin, seiring kenaikan harga 8,3% dan MCFF Rp 34,2 triliun.
Secara keseluruhan, IHSG mencatat kenaikan sebesar 4,24% dalam sepekan dan ditutup di level 6.175,5, naik dari posisi 5.924,3 pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini juga diikuti pertumbuhan kapitalisasi pasar BEI yang meningkat 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun, atau bertambah Rp 409 triliun dibandingkan pekan sebelumnya.
Di sisi lain, pergerakan saham juga diwarnai lonjakan harga pada sejumlah emiten yang masuk daftar top gainers. Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) mencatat kenaikan paling tinggi dengan lonjakan 138,2%. Harga sahamnya bergerak dari Rp 505 menjadi Rp 212 dalam periode tersebut.
Beberapa saham lain juga mencatat kenaikan signifikan, di antaranya PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang naik 77% menjadi Rp 386, PT First Media Tbk (KBLV) melonjak 69,1% menjadi Rp 137, serta PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang menguat 59,7% menjadi Rp 29,225.
Selain itu, saham PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) naik 46,6% menjadi Rp 151, PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) menguat 44,15% menjadi Rp 1,355, dan VKTR kembali masuk daftar top gainers dengan kenaikan 35,5% menjadi Rp 705.
Kenaikan juga terjadi pada PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 35,5% menjadi Rp 725, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) menguat 35% menjadi Rp 216, serta PT Verona Indah Pictures (VERN) yang meningkat 34% menjadi Rp 197.

Leave a Reply