
JOSS.CO.ID – Pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar domestik kembali menunjukkan dinamika yang beragam pada Minggu, 12 Juli 2026. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional memperlihatkan sejumlah komoditas mengalami fluktuasi, dengan cabai masih menjadi salah satu penyumbang harga tertinggi di tingkat eceran.
Berdasarkan pantauan PIHPS yang dikelola Bank Indonesia pada pukul 09.45 WIB, harga bawang merah tercatat berada di angka Rp46.650 per kilogram. Sementara itu, bawang putih diperdagangkan sekitar Rp44.550 per kilogram. Untuk protein hewani, daging ayam berada di kisaran Rp37.000 per kilogram, relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.
Komoditas beras sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia menunjukkan variasi harga sesuai kualitasnya. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.700 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II sedikit lebih rendah di Rp14.550 per kilogram. Untuk kategori medium, beras kualitas I berada di level Rp16.350 per kilogram dan kualitas II Rp16.150 per kilogram. Adapun beras kualitas premium atau super tercatat Rp17.650 per kilogram untuk kualitas I dan Rp17.150 per kilogram untuk kualitas II.
Di sisi lain, kelompok cabai masih mencatatkan harga yang cukup tinggi dan beragam. Cabai merah besar dijual Rp48.850 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di Rp48.600 per kilogram. Cabai rawit hijau tercatat Rp50.350 per kilogram, dan cabai rawit merah menjadi yang paling mahal dengan harga mencapai Rp59.850 per kilogram.
Untuk komoditas daging sapi, harga juga bervariasi berdasarkan kualitas. Daging sapi kualitas I dipasarkan sekitar Rp150.550 per kilogram, sementara kualitas II berada di Rp141.950 per kilogram. Perbedaan harga ini mencerminkan kualitas potongan serta distribusi pasokan di pasar.
Sementara itu, kebutuhan pokok lain seperti gula dan minyak goreng juga terpantau stabil dengan kisaran tertentu. Gula pasir premium dijual Rp20.300 per kilogram, sedangkan gula lokal berada di Rp19.100 per kilogram. Untuk minyak goreng, jenis curah dibanderol Rp20.550 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.250 per liter, sedangkan kemasan bermerek II berada di Rp23.400 per liter.
Harga telur ayam ras juga tercatat cukup stabil di angka Rp28.950 per kilogram, menjadi salah satu sumber protein yang relatif terjangkau bagi masyarakat.
Data PIHPS ini mencerminkan kondisi harga di tingkat pedagang eceran secara nasional, yang dikumpulkan secara rutin untuk memberikan gambaran perkembangan pasar pangan. Informasi tersebut tidak hanya penting bagi konsumen dalam mengatur pengeluaran, tetapi juga menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam menentukan strategi distribusi.
Dalam konteks yang lebih luas, fluktuasi harga pangan sering dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti cuaca, distribusi logistik, hingga ketersediaan pasokan di tingkat produsen. Misalnya, harga cabai yang cenderung tinggi kerap berkaitan dengan gangguan produksi akibat musim atau hambatan distribusi dari sentra pertanian ke pasar konsumsi.
Bagi pemerintah, data harga ini berfungsi sebagai indikator awal untuk membaca potensi tekanan inflasi. Dengan pemantauan yang konsisten, langkah intervensi seperti operasi pasar atau pengendalian distribusi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Baca Juga: Kontroversi Daun Kelor Dilarang di Australia

Leave a Reply