Viral DPRD Jember Main Game Saat Rapat, Ini Penjelasannya

Viral anggota DPRD Jember main game saat rapat paripurna. Ini alasan sebenarnya hingga sanksi tegas dari partai.

Viral anggota DPRD Jember main game saat rapat paripurna. Ini alasan sebenarnya hingga sanksi tegas dari partai.

Video anggota DPRD Jember Achmad Syahri As Siddiqi mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat asyik bermain gim sambil merokok saat mengikuti rapat paripurna.

Aksi tersebut langsung menuai reaksi keras dari masyarakat. Banyak yang menilai sikap tersebut tidak mencerminkan etika sebagai wakil rakyat, terlebih dilakukan saat agenda resmi berlangsung.

Alasan Main Game: Lupa Memberi Makan Sapi

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, mengungkapkan alasan di balik tindakan tersebut. Ia menyebut Syahri bermain gim karena urusan dalam permainan tersebut.

“Saya sempat menanyakan alasan yang bersangkutan bermain gim, katanya lupa belum memberi makan sapi-sapi dalam permainan gim pertanian,” kata Hanan Kukuh usai rapat fraksi di DPRD Jember, Jawa Timur, Senin (18/5) laporan dari Antara yang dilihat dari CNN Indonesia.

Pernyataan ini justru semakin memancing perhatian publik, karena dianggap tidak sebanding dengan tanggung jawab sebagai anggota dewan.

Atas kejadian tersebut, Syahri langsung diproses secara internal oleh partai. Ia telah menjalani sidang etik di Majelis Kehormatan Partai (MKP) di Jakarta.

Hasilnya, Syahri menerima sanksi berupa peringatan keras dan terakhir. Partai menegaskan akan bertindak lebih tegas jika pelanggaran serupa kembali terjadi.

“Kami akan tegak lurus terhadap hasil keputusan tersebut. Kalau ada kesalahan yang serupa dilakukan oleh Syahri tentu sanksi yang lebih berat yakni pemberhentian sebagai anggota DPRD Jember,” sambungnya.

Tak hanya untuk Syahri, pembinaan juga akan diterapkan kepada seluruh anggota DPRD lainnya agar kejadian serupa tidak terulang.

Sudah Minta Maaf ke Publik

Setelah videonya viral, Syahri pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengaku menyesal atas tindakannya saat rapat berlangsung.

“Saya cukup menyesal sekali, menyesal sekali berbuat seperti itu dan tidak akan mengulangi,” ujar Syahri.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalisme dan etika, terutama bagi pejabat publik yang menjadi sorotan masyarakat luas.

Baca Juga: Wagub Bangka Belitung Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara Kasus Penipuan Hotel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*