Garis Kemiskinan RI 2025 Turun, Ini Data BPS dan Ciri Kelas Bawah

BPS mencatat garis kemiskinan Indonesia September 2025 dan jumlah penduduk miskin turun. Simak data dan ciri kelas menengah bawah dan bawah.
Ilustrasi pemukiman kumuh

BPS mencatat garis kemiskinan Indonesia September 2025 dan jumlah penduduk miskin turun. Simak data dan ciri kelas menengah bawah dan bawah.

JOSS.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki metode tersendiri untuk mengukur tingkat kemiskinan dan garis kemiskinan di Indonesia. Pengukuran ini menjadi acuan untuk melihat jumlah masyarakat yang masuk kategori miskin.

Sebagaimana diketahui, BPS mendefinisikan garis kemiskinan sebagai suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Maka, ketika penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah GK masuk kategori penduduk miskin.

Pada September 2025, BPS mencatat garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara nasional sebesar Rp 641.443 per kapita per bulan, atau setara dengan Rp 3.054.269 per rumah tangga per bulan.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, garis kemiskinan di perkotaan pada September 2025 mencapai Rp 663.081, meningkat dibandingkan Maret 2025 yang sebesar Rp 629.561. Sementara itu, di wilayah perdesaan, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 610.257, naik dari Rp 580.349 pada periode yang sama.

Penyesuaian ini turut berdampak pada jumlah dan persentase penduduk miskin di Indonesia. Tercatat, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 8,25%, menurun 0,22% dibandingkan Maret 2025 dan turun 0,32% dibandingkan September 2024.

Jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan. Pada September 2025, jumlahnya sebesar 23,36 juta orang, berkurang 0,49 juta orang dari Maret 2025 dan turun 0,70 juta orang dibandingkan September 2024.

Selain indikator pengeluaran, terdapat sejumlah ciri yang bisa menunjukkan seseorang berada dalam kelompok ekonomi kelas menengah bawah atau kelas bawah. Mengutip GoBangkinRates, berikut beberapa indikatornya.

Pertama, tempat tinggal. Hunian menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam rumah tangga. Jika seseorang kesulitan memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman, hal ini bisa menjadi tanda berada di kelompok ekonomi bawah.

Kedua, pekerjaan. Jenis pekerjaan sering mencerminkan status ekonomi seseorang. Pekerjaan seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, hingga jasa kebersihan umumnya berada pada tingkat ekonomi lebih rendah.

“Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis,” kata Nathan Brunner, CEO Salarship.

Sebaliknya, pekerjaan dengan keahlian rendah, bersifat sementara, dan berupah rendah dengan manfaat terbatas cenderung menempatkan seseorang dalam kategori kelas bawah. Meski demikian, profesi seperti guru, perawat, akuntan, hingga pekerja IT dapat berada di antara kelas pekerja dan kelas menengah, tergantung pengalaman dan sertifikasi.

Ketiga, tabungan dan investasi. Kemampuan menabung dan berinvestasi menjadi indikator penting stabilitas finansial. Jika seseorang tidak memiliki tabungan atau rencana pensiun, hal ini menjadi tanda berada di kelas ekonomi bawah.

Keempat, gaya hidup. Kemampuan untuk berlibur, makan di luar, atau membeli kebutuhan non-prioritas menunjukkan adanya ruang finansial. Jika hal-hal tersebut sulit dilakukan karena keterbatasan anggaran, itu bisa menjadi indikator kondisi ekonomi yang terbatas.

Kelima, pendidikan. Tingkat pendidikan juga berperan penting dalam menentukan posisi ekonomi. Pendidikan tinggi umumnya membuka peluang kerja dengan penghasilan lebih baik. Sebaliknya, keterbatasan akses pendidikan bisa menjadi indikator seseorang berada di kelompok ekonomi bawah.

Data BPS ini menunjukkan bahwa meskipun angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan, tantangan ekonomi masyarakat masih perlu menjadi perhatian, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan, pekerjaan layak, dan stabilitas keuangan rumah tangga.

Baca Juga: Polri Targetkan 1.500 SPPG 2026, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*