Siswa Salatiga dan Surakarta Akan Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang

Siswa Salatiga dan Surakarta akan mengikuti Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang karena keterbatasan lahan, target mulai Juni 2027.

Siswa Salatiga dan Surakarta akan mengikuti Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang karena keterbatasan lahan, target mulai Juni 2027.

SEMARANG, JOSS.CO.ID – Siswa dari Kota Surakarta dan Kota Salatiga direncanakan akan mengikuti program Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang. Kebijakan ini diambil karena kedua daerah tersebut belum memiliki lahan yang memenuhi syarat pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan bahwa pemerintah pusat menetapkan syarat minimal lahan seluas 5,5 hektare. Selain luas, lahan juga harus memenuhi berbagai ketentuan seperti bukan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), memiliki izin peruntukan, akses jalan memadai, serta didukung fasilitas pendukung lainnya.

“Salatiga jelas tidak punya lahan yang luasnya lebih dari 5,5 hektar. Informasi yang kami terima, Salatiga dan Kota Surakarta nanti siswanya diikutkan di kabupaten terdekat,” kata Istichomah saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia menyebut Kabupaten Semarang menjadi salah satu lokasi strategis untuk menampung siswa dari daerah sekitar. Hal ini karena lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tengaran, yang letaknya berdekatan dengan wilayah Kota Salatiga.

“Salatiga ya pasti di Kabupaten Semarang karena dekat Mulyorejo. Jadi nanti siswa yang memenuhi syarat untuk sekolah rakyat bisa diikutkan ke sini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Istichomah menegaskan bahwa daerah yang tidak mampu menyediakan lahan sesuai ketentuan tidak diwajibkan membangun Sekolah Rakyat sendiri. Sebagai solusi, siswa dari daerah tersebut akan dialihkan ke wilayah terdekat yang memiliki fasilitas.

Sementara itu, Kabupaten Semarang saat ini telah masuk tahap ketiga pembangunan Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial. Sebelumnya, daerah ini sempat berpeluang masuk tahap awal, namun terkendala masalah lahan sehingga proses pengajuan harus diulang.

“Sekarang ini kita masuk tahap ketiga. Harapannya Juni 2027 sudah bisa menerima murid baru,” jelasnya.

Meski sebagian besar persyaratan telah dipenuhi, Pemkab Semarang masih menghadapi tantangan dalam penyediaan air bersih. Hal ini penting karena Sekolah Rakyat akan menerapkan sistem asrama dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

“Yang terakhir kendalanya air bersih. Karena untuk menyediakan kebutuhan 1.000 orang itu butuh debit air besar,” katanya.

Sumber air dari kawasan Senjoyo sebenarnya tersedia, namun pembangunan infrastruktur distribusi seperti jaringan pipa masih membutuhkan biaya besar. Pemerintah Kabupaten Semarang saat ini terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut, termasuk pembangunan akses jalan dan fasilitas pendukung lain sesuai standar Kementerian PUPR agar proyek Sekolah Rakyat dapat segera terealisasi.

Baca Juga: Prabowo Akui MBG Banyak Masalah, Harus Ditertibkan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*