
Pemerintah siapkan CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg dinilai lebih hemat hingga 40 persen dan lebih aman untuk rumah tangga.
JAKARTA, JOSS.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mengembangkan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg) untuk kebutuhan rumah tangga. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor gas.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penggunaan CNG sebenarnya sudah mulai diterapkan di sejumlah sektor, seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ke depan, pemerintah akan memperluas pemanfaatannya ke masyarakat luas.
“Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30–40 persen,” kata Bahlil saat menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, dikutip dari Antara , Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurut Bahlil, bahan baku CNG berasal dari gas domestik, sehingga dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan kemandirian energi nasional. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangannya, terutama dari sisi infrastruktur dan distribusi.
CNG sendiri merupakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari proses kompresi gas alam, terutama yang mengandung metana (C1) dan etana (C2). Gas tersebut disimpan dalam tabung bertekanan tinggi sekitar 200 hingga 250 bar atau setara 2.900 hingga 3.600 psi.
Dari sisi keamanan, tabung CNG dirancang memiliki ketahanan tekanan tinggi sehingga dinilai lebih aman dalam proses penyimpanan maupun distribusi dibandingkan dengan LPG konvensional.
Kementerian ESDM mencatat konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6 hingga 1,7 juta ton, sehingga sisanya masih bergantung pada impor.
Melalui pengembangan CNG, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Selain CNG, upaya lain yang juga dilakukan adalah optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas), serta diversifikasi energi seperti pemanfaatan B50 dan alternatif bahan bakar lainnya.

Leave a Reply